oleh

Berharap Partisipasi Pemilih Meningkat

 Netty Herawati Melanjutkan Masa Jabatannya

Netty Herawati, Komisioner KPU Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) periode 2015-2019, kembali melanjutkan massa jabatannya di periode 2019-2024.

Laporan Aan Sangkutiyar, Muratara

KAUM perempuan semakin memantapkan kiprahnya di ruang publik, seperti Netty Herawati yang melanjutkan masa jabatannya periode 2019-2024.

Bahkan, istri Rahmatullah ini komisioner perempuan pertama di Bumi Silampari, sebelum terpilihnya Ania Trisna di Kabupaten Musi Rawas (Mura) dan Vera Yulita di Kota Lubuklinggau.

Sebab, di Bumi Silampari yang meliputi wilayah Kabupaten Mura, Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Muratara, wanita kelahiran Rantau Kadam, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Muratara, sudah jadi Komisioner KPU pada periode 2015-2018, tepat pertama kalinya dibentuknya KPU Kabupaten Muratara, dan ia ikut berpartisipasi dalam menyukseskan Pilkada Muratara pada 2015 lalu, dan Pilgub Sumsel pada 2018.

Dalam perbincangan dengan, ibu Kevin Hibban Al Kaffah, Naura Salsabilah dan Afiq Raihan Al Falih, Senin (14/1), ia mengatakan tidak mengalami kendala ketika harus menjalankan tugasnya sebagai penyelengara pemilu, karena sejak awal telah mendedikasikan diri untuk menyukseskan pemilu.

“Seberat apapun pekerjaan akan terasa ringan bila dilakukan dengan ikhlas,” kata Netty Herawati.

Bahkan, wanita ramah ini sudah terbiasa hidup di perantauan, karena sejak tamat SDN 2 Rantau Kadam dan SMPN Karang Dapo, ia langsung melanjutkan sekolah di MA AL Imam Muntilan Magelang. Kemudian, ibu tiga anak ini melanjutkan sekolah di ASMi Desanta Yogyakarta jurusan Sekretaris, tak sampai di situ ia kembali melanjutkan kuliah di Universitas Islam Negeri (UII) Yogyakarta Jurusan Syariah.

Ketika ditanya soal dukungan keluarga, ia mengungkapkan mendapatkan dukungan penuh dari suami maupun anak-anaknya, sehingga tidak ada kendala baginya yang harus banyak kehilangan waktu untuk keluarga.

“Anak-anak juga sudah lumayan besar, mereka paham dengan kegiatan saya, sehingga tidak ada kendala,” jelasnya.

Sebagai salah satu punggawa di Divisi SDM dan Parmas, ia berharap agar kesadaran masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya dapat meningkat dari sebelumnya. Bahkan, melampaui target yang sudah ditetapkan secara nasional yakni mencapai 77 persen.

“Semoga, partisipasi masyarakat dapat meningkat dari sebelumnya, karena peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk pemilu yang berkualitas,” ujarnya. (*)

Rekomendasi Berita