oleh

Berdiri Sejak 1978, ini Sejarah MAN 1 Model Lubuklinggau

LINGGAUPOS.CO.ID- Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Model Lubuklinggau, merupakan salah lembaga pendidikan menengah atas. Sekolah ini memiliki kurikulum yang sama dengan kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA), namun dengan kelebihan di bidang keagamaan Islam.

Jika di SMA mata pelajaran pendidikan agama hanya dua jam pelajaran, maka di Madrasah Aliyah (MA) ada penambahan jam. Kemudian ada pembagian Materi Pelajaran Agama (Islam) yang lebih spesifik yakni Al-Qur’an, Hadist, Fiqih, Aqidah Akhlaq, Bahasa Arab dan Sejarah Kebudayaan Islam.

Dengan penambahan mata pelajaran ini, maka lulusan MA setara dengan tamatan SMA, sehingga dapat melanjutkan ke perguruan tinggi (negeri/swasta), namun memiliki kelebihan dibidang agama (Islam).

Sehingga siap menjadi penggerak kehidupan keagamaan di masyarakat. Agar cita-cita tersebut dapat terealisasi maka perlu disusun rencana yang matang, sistematis, terencana dan menyeluruh yang menggambarkan visi, misi tujuan dan target yang akan dilaksanakan oleh MAN 1  Lubuklinggau.

MAN 1 Lubuklinggau sendiri, berdiri pada 1978, yakni peralihan dari Sekolah Persiapan Institut Agama Islam (SP IAIN) Raden Fatah Palembang berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kelembagaan Nomor : 1711975 tanggal 16 Maret 1978.

Sekolah ini berdiri di lahan dengan luas tanah 3656 m2 dan Nomor Statistik Madrasah : 311160572009.

Pada Tahun Pelajaran 2002/2003 Tim PPM (Pusat Pengembangan Madrasah) yang diketuai oleh Prof. Dr Waspodo mengadakan survey kelayakan MAN 1 Lubuklinggau untuk menjadikan MAN Model.

Hasil survey tersebut yaitu mulai Tahun Pelajaran 2003/2004 Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Sumatera Selatan menetapkan MAN 1 Lubuklinggau menjadi salah satu MAN Model di Sumatera Selatan dengan Surat Keputusan Nomor : Wf/6-a/Kpts/PP.03.2/1362/2003 tanggal 17 April 2003 tentang penetapan MAN 1 Lubuklinggau menjadi MAN Model.

Dengan demikian, mulai Tahun Pelajaran 2003/2004 MAN 1 (Model) Lubuklinggau mengemban tugas yang berat sekaligus mulai sebagai salah satu MAN Model di Sumatera Selatan.

Pada tahun pelajaran MAN 1 Lubuklinggau 2020/2021 kembali menyelenggarakan penerimaan peserta didik baru untuk memberikan layanan bagi anak usia sekolah/lulusan untuk memasuki satuan pendidikan yang lebih tinggi secara tertib dan berkualitas dengan berpedoman kepada Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2021/2022 yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Direktorat Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia.

Visi dan Misi MAN 1 (Model) Lubuklinggau

“Berprestasi dibidang Imtaq dan Iptek Berbudaya serta Berwawasan Lingkungan”

Visi ini untuk tujuan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek. Visi ini menjiwai warga madrasah untuk selalu mewujudkannya setiap saat dan berkelanjutan dalam mencapai tujuan madrasah.

Visi tersebut mencerminkan profil dan cita-cita madrasah yang :

  1. Berorientasi ke depan dengan memperhatikan potensi kekinian.
  2. Sesuai dengan norma dan harapan masyarakat.
  3. Mendorong semangat dan komitmen seluruh warga madrasah.

Semenjak resmi beralih fungsi sebutan MAN 1 Kota Lubuklinggau telah mengalami 13 masa kepemimpinan, yaitu :

  1. Junaidi Adam, BA (1978 – 1983)
  2. Drs Aiman Fikri (1983 – 1987)
  3. Drs Husein Nur (1987 – 1989)
  4. Drs Thoyib Ismail (1989 – 1995)
  5. H Muhammad Rasyidi, BA (1995 – 1996)
  6. Drs Romli Cek Agus (1996 – 2001)
  7. Syakri Garib, S.Ag (2001 – 2005)
  8. Fahrunrosi, M.Pd (2005 – 2009)
  9. Drs Agus Rizal (2009 – 2010)
  10. Himarwan, M.Pd (2010 – 2014)
  11. Dra Hj Selfi Ariani, MM (2014 – 2015)
  12. Rusmala Dewi Z, S.Pd, MM (2015 – 2017)
  13. Taslim, S.Pd, M.Si (2017 sampai dengan sekarang)

Dibawah kepemimpinan tiga belas orang diatas, MAN 1 Kota Lubuklinggau menunjukkan peningkatan kualitasnya. Dan kita berharap dengan semakin bertambah usia, semakin mampu memberikan sumbangan yang terbaik bagi kemajuan Iptek yang didasari oleh kemantapan Imtaq.

“Namun demikian, kami menyadari bahwa tantangan dan tanggung jawab kami dalam dunia pendidikan ke depan tidak mudah sehingga kami harus senantiasa merapatkan barisan guna mempersiapkan diri menjadi bagian dari leraning community yang diperhitungkan dalam mengantarkan civitas akademika MAN 1 Kota Lubuklinggau khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk menjadi semakin baik, berkualitas dan memiliki keunggulan kompetitif dalam bidangnya,” kata Taslim.

Seiring dengan waktu madrasah ini terus melakukan upaya peningkatan mutu. Salah satu bentuk upaya peningkatan mutu pendidikan dan pengajaran di MAN 1 Kota Lubuklinggau adalah pengembangan sarana dan prasarana di MAN 1 Kota Lubuklinggau.

Dengan adanya program tersebut, madrasah bisa meningkatkan bentuk pelayanan pendidikan kepada seluruh siswa sekaligus bisa mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki oelh siswa MAN 1 Kota Lubuklinggau.(*)

Rekomendasi Berita