oleh

Berdakwah dengan Rukiah Syar’iyyah

Mengenal Lebih Dekat Ustad Rido Abu Fathan

Ustad Afrido S.Pd.I, atau biasa dikenal dengan Ustad Rido Abu Fathan sudah lama berkecimpung dalam dunia Rukiah Syar’iyyah beberapa tahun belakangan ini. Apa alasannya tertarik dengan dunia terapi pengobatan sesuai Syariat Islam ini?

Laporan Hendy Renaldy, Marga Mulya

Pemilik Markas Rumah Rukiah Syar’iyyah Lubuklinggau, di Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II mengatakan bahwa terketuk hati untuk mendalami dunia Rukiah karena melihat masih banyak saudara-saudara muslim yang membutuhkan terapi pengobatan sesuai Syariat Islam.

“Dan masih banyak saudara muslim yang masih terjebak dengan pengobatan-pengobatan perdukunan, orang-orang pintar, supranatural yang bertentangan dengan syariat Islam, sehingga berdampak merenggut Aqidah seorang muslim,” kata Ustad Afrido, Kamis (2/11).

Ayah dari Tsamara Izzatul Hayah dan Muhammad Fathan Abdillah ini menjelaskan, setiap hari ia disibukkan dengan melayani pasien rukiah. Baik yang datang ke markas, maupun yang secara privat dari rumah ke rumah hingga malam hari.

Tidak hanya itu, ia juga mengaku sering mendapatkan undangan mengisi Kajian Tauhid dan Rukiah Syar’iyyah di kantor, sekolah-sekolah dan masjid-masjid. Sering juga mengadakan Tryning atau pelatihan, untuk mencetak perukiah-perukiah baru atau pemula untuk diajak berdakwah dengan metode Rukiah Syar’iyyah ini.

Kesibukannya terus bertambah, setelah dipercaya Pengurus Pusat DPP Qur’anic Healing Indonesia (QHI), sebuah yayasan bertaraf Internasional yang menaungi seluruh perukiah di Indonesia bahkan dunia. Ia diamanatkan, menjadi Ketua DPW QHI Sumatera Selatan yang membawahi seluruh Perukiah QHI di Sumsel.

“Saya berharap Rukiah semakin diterima di dalam masyarakat Sumsel umumnya, dan Lubuklinggau secara Khusus sebagai pengobatan atau Terapi Alquran yang menjadi Sunah Rasulullah SAW. Semoga semakin banyak yang mau bersinergi dengan kami dalam memperbaiki aqidah, tauhid dan akhlak masyarakat. Terutama generasi muda di Kota Lubuklinggau, dengan metode Dakwah Rukiah Syar’iyyah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Guru Agama Islam di SMPN O Mangunharjo, Kabupaten Musi Rawas menjelaskan, ini tak menampik masih banyak yang awam tentang Rukiah Syar’iyyah. Bahkan banyak juga yang memandang sebelah mata, padahal Rukiah ini adalah terapi yang sangat dianjurkan dalam Islam sebagai solusi kesembuhan dari gangguan medis dan non medis (Gangguan Jin) yang dijamin dalam Alquran.

“Sesuai dengan firman Allah dalam Qs Al-Isra 82 artinya : Dan Kami turunkan dari Alquran (sesuatu) yang menjadi penawar/obat dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Alquran itu) hanya akan menambah kerugian,” ucapnya.

Ustad Rido juga memaparkan, sebenarnya menjadi seorang Qori adalah keahliannya semenjak kecil karena Ayahnya Alm H Nayumi A. Nawar juga seorang Qori di Kota Lubuklinggau.

Ini menjadi salah satu modalnya dalam meruiaah karena rukiah itu adalah bacaan-bacaan Alquran yang tentunya harus baik tajwid, makhorijul huruf dan tilawahnya, bukan itu saja seorang perukiah dituntut peduli dan harus bisa memahami kondisi fisik dan psikis pasien rukiahnya, harus mampu pula memotivasi pasien agar bangkit dari keterpurukan karena sakitnya.

Alhamdulillah sudah begitu banyak yang sembuh dengan rukiah dan begitu banyak yang bertobat dari kesyirikan seperti mendatangi dukun atau orang pintar untuk berobat, memiliki ilmu-ilmu kesaktian dengan bantuan jin atau khodam, mempercayai Jimat-jimat dan berbagai bentuk kesyirikan kepada Allah telah diganti dengan bertauhid dan bertawakal kepada Allah saja.

“Orang yang sembuh dengan Rukiah Syar’iyyah, berarti sembuh jiwa dan sembuh raganya dari berbagai macam penyakit, terutama penyakit kesyirikan kepada Allah. Karna sejatinya kesyirikan adalah sakit yang sesungguhnya,” paparnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, namun yang lebih unik dan hebat dalam terapi ini semua pasien diajarkan Metode Rukiah Mandiri guna merukiah dirinya sendiri sehingga pasien tak ketergantungan dengan seorang perukiah.

Sehingga pasien tetap bisa menjaga tawakalnya kepada Allah dan tentunya jika seorang muslim bisa merukiah dirinya sendiri dia pun akan mampu mengaplikasikan rukiah tersebut kepada anak istri dan keluarganya dan tak menutup kemungkinan menjadi praktisi rukiah yang handal dan profesional.

Suami dari Desi Herlina ini kembali memaparkan, Rukiah itu sederhana saja, orang yang akan dirukiah dikonseling tentang keluhannya, jika pasien masih melaksanakan kesyirikan maka dakwahkan tentang pentingnya tauhid.

Mengajak pasien bertobat dan hancurkan bentuk-bentuk kesyirikan kepada Allah SWT tersebut biasanya pada tahap ini pasien akan bereaksi kuat terlebih pada saat pembacaan ayat-ayat rukiah dan penekanan pada titik-titik tubuh yang disinyalir ada penyakit atau keberadaan Jin dalam tubuh, kemudian Jika terjadi kesurupan, dakwahkan Kepada Jin tersebut agar mereka keluar dari dalam tubuh.

“Sesuai dengan firman Allah dalam Alquran Surat Adz-Dzariyat Ayat 56 yang isinya, ‘Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku’,” katanya.

Ustad Rido menambahkan, sebab apabila jin berada dalam tubuh manusia tentu bukan bentuk ibadah kepada Allah, itu semua bentuk keingkaran kepada Allah dan bentuk kezaliman kepada manusia, Insya Allah dengan Izin Allah mereka akan meninggalkan tubuh pasien dan pasien terbebas dari gangguan-gangguan yang dideritanya.

Ia pun mengajak semua umat muslim, sebarkan Rukiah Syar’iyyah ini sebagai solusi kesembuhan Ilahiah warisan Nabi Muhammad SAW, melalui training-training Rukiah Syariyyah dan acara rukiah massal, dan kami siap bekerja sama dengan Pihak DKM Masjid, Sekolah-sekolah, kantor-kantor untuk mengadakan Pelatihan Rukiah dan Rukiah Massal.

“Agar tersaring lebih banyak lagi para perukiah-perukiah yang handal yang akan mengikis habis kesyirikan-kesyirikan kepada Allah sehingga terbentuklah akhlak yang karimah dan menjadikan kota Lubuklinggau kota Madani yang diberkahi dan dirahmati Allah SWT,” tutupnya. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita