oleh

Bercerita, Anak Bebas Berekspresi

Menilik Aktivitas Belajar di PAUD Genius Primary

Banyak sekali metode yang dapat digunakan dalam meningkatkan atau mengembangkan kecerdasan berbahasa pada anak usia dini. Salah satunya adalah dengan kegiatan bercerita.

Laporan Qori Musdhalifah, Margamulya

METODE bercerita adalah penyampaian atau penyajian materi pembelajaran secara lisan dalam bentuk cerita dari guru kepada anak didik Taman Kanak-kanak.

Dan materi yang disampaikan berbentuk cerita yang awal dan akhirnya hubungan erat dalam kesatuan yang utuh, maka cerita tersebut harus dipersiapkan terlebih dahulu.

Pada dasarnya, metode bercerita ini padanan dari metode ceramah, dengan kata lain untuk anak usia dini Taman Kanak-kanak dipergunakan istilah metode cerita sedangkan untuk anak usia sekolah dan orang dewasa menggunakan istilah metode ceramah.

“Metode kegiatan bercerita adalah salah satu metode pengembangan bahasa yang dapat mengembangkan beberapa aspek fisik maupun psikis anak usia dini sesuai dengan tahap perkembangannya,” ungkap Kepala PAUD Genius Primary, Nova Masa Sari, Kamis (28/6).

Selain meningkatkan kemampuan berbahasa, lanjutnya, kegiatan ini juga sangat baik untuk perkembangan budi pekerti pada anak, memberikan ruang lingkup bebas untuk anak dalam berekspresi, bersimpati, berempati,mengetahui budaya, menambah keingintahuan dan masih banyak lagi.

Dalam bercerita, guru dapat memulai bercerita dengan bernyanyi, diiringi musik atau melalui permainan anak.

Selanjutnya guru harus melakukan apersepsi dengan percakapan yang dapat memotivasi anak, agar bisa mencapai tujuan bercerita bagi anak usia 4-6 tahun, yakni anak mampu mendengarkan dengan seksama terhadap apa yang disampaikan orang lain, anak dapat bertanya apabila tidak memahaminya, anak dapat menjawab pertanyaan, anak dapat menceritakan dan mengekspresikan terhadap apa yang didengar dan diceritakannya, sehingga hikmah dari isi cerita dapat dipahami dan lambat laun di dengarkan, diperhatikan, dilaksanakan dan diceritakannya kepada orang lain.

“Iya, di akhir sebagai guru dapat melakukan evaluasi isi cerita dalam bentuk pertanyaan atau peragaan, yang dapat anak jawab atau ragakan. Akhirnya dengan kemampuan berbahasa yang anak miliki, guru memberi kesempatan kepada anak untuk menceritakan kembali atau menyimpulkan cerita yang baru saja ia dengarkan,” jelasnya.(*)

Rekomendasi Berita