oleh

Berbondong-bondong ke Danau Aur

OBJEK wisata di Danau Aur, Kecamatan Sumber Harta, Kabupaten Mura tetap menarik perhatian wisatawan.

Danau Aur sebenarnya merupakan induk irigasi dari Sungai Aur. Danau ini, merupakan rawa di bagian hulu Sungai Aur yang berfungsi untuk mengaliri sawah masyarakat Kecamatan Sumber Harta.

Dengan luas sekitar 40 hektare dan kedalamannya 20 meter, danau ini mulai berdiri pada tahun 2011.
Pada awal didirikannya, Danau Aur ini tidak terlalu ramai.

Namun, melihat potensi yang diberikan oleh danau ini, maka Pemerintah Daerah (Pemda) Mura akhirnya terus melakukan peningkatan yang signifikan.

Hingga saat ini sudah banyak wisatawan, baik lokal maupun asing yang datang mengunjungi Danau Aur.

Ariansyah (40) petugas penjaga objek wisata Danau Aur mengatakan saat libur Natal pengunjung yang datang lebih kurang 300-500 orang, ini bisa dikatakan belum ramai.

Namun, biasanya yang lebih ramai itu saat libur akhir tahun baru yang bisa mencapai pengunjung 1.000 orang sehari.

Danau ini salah satu tujuan utama masyarakat Mura, Lubuklinggau, dan sekitarnya untuk menikmati keindahan alam. Tidak hanya itu, objek wisata Danau Aur juga sering dijadikan tempat untuk hunting foto bahkan ada juga yang foto prewedding.

“Harga tiket masuk sebenarnya tergolong sangat murah, yaitu hanya Rp2.000 per orang. Kita belum tahu apakah ada kenaikan dalam beberapa hari nanti,” kata Ari sapaannya.

Kepala Disbudpar Kabupaten Mura, Amrullah melalui Kepala Bidang (Kabid) Wisata, Adi Wena mengatakan dalam menyambut Natal dan Tahun Baru ini pihaknya telah melakukan pembangunan, seperti tempat duduk, WC, Sky Bike dan lainnya di berbagai objek wisata di Kabupaten Mura.

Seperti di Danau Aur, Danau Gegas, Curug Panjang, Curug Tinggi dan Bukit Cogong. Semua objek wisata itu sudah selesai dan siap menyambut serta memberikan kenyamanan kepada para pengunjung.

“Sementara untuk keamanan dan kenyamanan di setiap objek wisata, sudah ada Standar Operasional Prosedur (SOP) masing-masing. Yang akan  di awasi oleh setiap pengelola objek wisata itu sendiri,” katanya. (dlt)

Rekomendasi Berita