oleh

Berbagi Ilmu, Jadi Pengajar Sukarelawan

#Kepala KPPN Lubuk Linggau, Rosaldina

Momen Hari Ibu ke-90, kita belajar dari Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Lubuk Linggau, Rosaldina.

Laporan Qori Musdalifah – Linggau Pos

MENJADI orang nomor satu di lingkungan KPPN Lubuk Linggau pasti penuh dengan kesibukan. Namun, hal itu menyurutkan semangat Rosaldina untuk menginspirasi banyak orang.

Di tengah konsistensinya mengurus uang negara itu, Dina (sapaannya) masih menyempatkan diri menjadi pengajar sukarelawan di Pondok Pesantren Jannatul Firdaus di Desa Maur, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

“Saya dari dulu memang senang mengajar, berbagi ilmu. Dulu, sebelum ditugaskan ke Lubuklinggau, saya juga sempat menjadi pengajar sukarela di salah satu sekolah di Jakarta dan Palembang,” jelasnya.

Alumni Sekolah Tinggi Administrasi Negara (STAN) Tahun 1998 ini mengatakan dirinya selalu menjadi pengajar Bahasa Inggris. Dan kegiatan mengajar dilakukannya sepekan sekali.

“Siswa yang saya didik kelas X dan XI. Kebetulan saya bisa mengajar di sini karena kepala sekolahnya teman saya SMA dan memang Ponpes-nya ini diperuntukkan untuk orang yang tidak mampu,” ungkapnya.

Selain untuk mengejar amal jariyah, Rosaldina menjadi pengajar sukarela karena ingin bisa berkontribusi di dunia pendidikan. Ia ingin mengajak pelajar Sumsel agar berani bersaing dan mampu menjadi orang yang menonjol.

Ibu kelahiran Medan, 21 Februari 1977 ini juga sedikit menceritakan pengalamannya bekerja di lingkungan Kementerian Keuangan sejak tahun 1999.

Ia pertama kali ditugaskan di Kanwil Dirjen Anggaran Kota Palembang pada tahun 1999-2003, kemudian pada tahun 2003-2005 ditugaskan di Kantor Pusat Dirjen Anggaran, yang mana pada tahun 2004 berubah menjadi Dirjen Perbendaharaan.

“Tahun 2003-2005 tersebut saya sebenarnya tugas belajar, saya mendapatkan beasiswa Pasca Sarjana di Institute Of Social Studies Den Haag Belanda dari Pemerintahan Belanda,” tuturnya.

Sekembalinya dari kuliah Pasca Sarjana, ia ditugaskan kembali di Dirjen Perbendaharaan hingga tahun 2009.

“Tahun 2009 saya ditugaskan di Direktorat Sistem Manajemen Investasi sebagai Kepala Seksi (Kasi) hingga tahun 2012 saya ditugaskan lagi ke Direktorat Pengelolaan Kas Negara (PKN) selama 6 tahun. Dan pada Mei 2018 saya baru dipromosi menjadi Kepala KPPN di Lubuk Linggau,” ceritanya.

Istri dari Sigit Joko Purnomo yang seorang ASN Kementerian Pariwisata Pusat ini mengaku tidak ada suka maupun duka yang terlalu bagi dirinya dalam menjalankan tugasnya ini.

“Kalau sukanya itu sangat bangga bisa bekerja di lingkup Kementerian Keuangan. Bukan dilihat dari sisi materi, tetapi sumbangsih kita untuk rakyat. Untuk itu bagi saya adalah bekerja ikhlas dalam melayani Satuan Kerja (Satker) dan menjalankan tugas lainnya agar pekerjaan terasa menyenangkan dan bisa mencapai tujuan yang kita harapkan,” katanya.

Anak kedua dari 3 bersaudara ini juga mengatakan bekerja di Kementerian Keuangan adalah pekerjaan yang menantang. Salah satunya dengan adm terbatas, dirinya dan rekan di lingkup KPPN Lubuk Linggau ini mampu mengelola keuangan 53 Satker.

“Dan Alhamdulillah tahun ini indeks kepuasan Satker dalam pelayanan KPPN Lubuk Linggau meningkat. Saya juga bersyukur saya di KPPN Lubuk Linggau memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) dan staf yang luar biasa bagus, kompak, yang selalu bekerja dengan ikhlas dan semuanya memiliki dedikasi yang tinggi,” katanya.

Sedangkan dukanya, kata perempuan asli Palembang ini karena pekerjaan ini dirinya jauh dari keluarga dan suami yang memang tugas di Jakarta. Tapi walaupun begitu, hal tersebut tidak dijadikan sebagai alasan bagi dirinya untuk tidak bekerja dengan baik.

“Walau jauh dari keluarga kami tetap semangat dan ikhlas dalam bekerja. Mengenai keluarga saya enjoy menjalankan, apalagi saya memiliki suami yang cukup pengertian, yah kalau tidak saya yang menyusul ke Jakarta, suami yang mengunjungi saya ke Lubuklinggau,”ungkapnya.

Rosaldina juga mengatakan baru-baru ini mendapatkan pengalaman yang cukup berkesan saat mengunjungi salah satu desa di Kabupaten Muratara.

“Saya sangat berkesan waktu mengunjungi desa tersebut. Kepala desa dan warganya sangat menghargai kedatangan kami, dan yang buat saya salut Dana Desa yang kami kucurkan memang benar-benar digunakan sebagaimana mestinya oleh desa tersebut. Dan hasil pembangunan dari dana desa tersebut memang sangat membantu warga desa dalam menjalankan kegiatan kesehariannya dan juga kegiatan produktivitas mereka,” ceritanya.

Di akhir, ia juga mengatakan motivasinya dari awal hingga sampai saat ini hanya ada satu yakni selalu meniatkan diri untuk membahagiakan orang tua.

“Goal saya dari dulu adalah membahagiakan orang tua, untuk itu saya giat belajar. Dan mengingat saya hanya tinggal dengan orang tua tunggal, saya berusaha bersekolah dengan gratis, masuk STAN gratis, dan pada saat pasca sarjana pun saya meraih beasiswa. Itulah kunci kesuksesan saya, selain tentunya berusaha dan berdoa, niat saya dari awal adalah membahagiakan orang tua,” tutupnya. (*)

Rekomendasi Berita