oleh

Bencana Jadikan Introspeksi Diri Akan Dosa

Pandangan Ulama KH Syaiful Hadi

Bencana gempa bumi terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) akhir–akhir ini, membuat keprihatinan semua orang. Tak terkecuali KH Saiful Hadi, ulama karismatik di Kota Lubuklinggau. Apa saja yang disampaikannya?

Laporan Andi Wiji Darianto, Air Kuti

Kalimat pertama diucapkan ulama ini adalah rasa keprihatinan.

“Saya prihatin sekali untuk saudara–saudara kita di NTB, hingga saat ini masih dirundung kesedihan akibat bencana alam gempa bumi,” ucap Syaiful Hadi, Jumat (24/8). Ia mengaku turut berduka cita atas korban jiwa akibat gempa bumi.

Lalu, Syaiful Hadi meneruskan. Dari informasi yang didapatkan dari rekannya yang berada di NTB, jika bencana gempa ini layak masuk menjadi kategori bencana nasional.

“Sehingga negara sahabat bisa ikut membantu memberikan pertolongan, karena informasinya, uang di sana tidak laku lantaran, banyak akses jalan yang tidak bisa dilalui,” ungkap Syaiful Hadi memberikan informasi terkini. Lebih lanjut ia menyebutkan lagi, pada dasarnya bencana yang terjadi, tidak hanya di NTB merupakan atas kehendak Allah SWT dan merupakan akibat dari ulah tangan manusianya itu sendiri.

“Di dalam Q.S Ar-Rum ayat 41 menyatakan telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Peringatan yang diberikan oleh Allah ini agar manusia merasakan sebagian apa yang ia perbuat,” jelas Syaiful Hadi.

Khusus untuk daerah NTB, informasinya daerah tersebut amalan baiknya cukup bagus, masjid–masjid banyak berdiri dengan gagahnya, sehingga dikenal sebagai daerah dengan sebutan ‘Seribu Masjid’.

“Namun perbuatan mungkar masih sangat banyak, apalagi dengan ingin dijadikannya daerah NTB ini sebagai daerah wisata,” paparnya.

Sebaiknya, saran dia, untuk membangun suatu daerah harus memenuhi tiga pilar. Yakni, harus menumbuhkan keimanan dan ketaqwaan, kedua menegakan ammar makruf nahi mungkar, dan ketiga baru membuat apa yang terbaik buat manusia.

Hal ini dapat dilihat berdasarkan QS Al –A’raf ayat 96 : “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya,”.

Syaiful Hadi menyebutkan hal ini selaras dengan apa yang disampaikan oleh Ali bin Abi Tholib.

“Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taubat.” (Al Jawabul Kaafi, 74).

Oleh karena itu, saya mengimbau kepada seluruh umat muslim, bencana yang terjadi khusunya di NTB, selain kita berdoa dan memberi bantuan, hendaknya kita introspeksi diri, karena tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa atas izin Allah, mari beristigfar sebanyak mungkin agar Allah tidak murka,” ajak Pimpinan Ponpes Ar-Risalah Lubuklinggau. Oleh karena itu, Syaiful Hadi, mari kita kembali ke jalan Allah SWT. (*)

Rekomendasi Berita