oleh

Belum Terima Hasil KemenPAN-RB

LUBUKLINGGAU – Hingga saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau masih menunggu hasil penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNSD) dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB) RI. Padahal, beberapa kabupaten di Sumatera Selatan (Sumsel) sudah menerima hasil tersebut.

“Itulah kami bingung, Empat Lawang dan Musi Rawas (Mura) sudah ada hasilnya, Lubuklinggau belum. Saat ini kami masih menunggu dari KemenPAN RB,” cetus H Rahman Sani, Sekda Kota Lubuklinggau, Jumat (27/12).

Ditambahkan Rahman Sani, KemenPAN RB RI akan mengirim hasilnya via online, setelah itu baru diumumkan di website Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Lubuklinggau,” ungkap Rahman Sani.

Rahman Sani berharap Desember 2018 semua tahapan selesai, sehingga awal 2019 sudah mulai bisa diberdayakan CPNSD yang lulus untuk mengabdi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau.

Hal sama juga dikeluhkan Kepala BKPSDM Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sudartoni. Ia mengaku sudah mengetahui terkait pengumuman akhir CPNS 2018 di beberapa daerah. Namun Kabupaten Muratara belum ada data dari KemenPAN-RB.

“Muratara belum diumumkan, kami selalu memantau website KemenPAN-RB juga belum ada, kami menunggu dari sana,” ucapnya.

Apabila sudah ada pengumuman, pihaknya akan segera mengumumkan kepada publik, karena hal itu harus diketahui masyarakat, terutama para peserta tes CPNS yang sudah menanti-nanti apakah ada namanya dalam pengumuman tersebut.

“Pengumuman itu penting, karena masyarakat harus tahu siapa yang lulus menjadi CPNS tahun ini, dan nanti pengumuman itu ditandatangani langsung oleh Bupati,” katanya.

Ia mengimbau kepada seluruh peserta CPNS agar bersabar dan selalu melihat di website Kominfo Kabupaten Muratara.

“Ya harus bersabar, karena kita masih nunggu dari KemenPAN,” imbaunya

Sementara pihak BKPSDM Kabupaten Empat Lawang belum bisa memastikan peserta yang dinyatakan lulus CPNS karena masih menunggu pengumuman resmi dari BKN pusat.

Hal tersebut disampaikan Kepala BKPSDM Kabupaten Empat Lawang, Januarsyah Hambali melalui Kepala Bidang Pengadaan Pemberhentian dan Informasi Nurbaiti, saat dibincangi di ruang kerjanya, Jumat (28/12).

“Kami masih menunggu pengumuman resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk pengumuman kelulusan CPNS Kabupaten Empat Lawang, sebab sampai saat ini kami belum menerima,” kata Nurbaiti.

Jika sudah ada kabar pengumuman yang beredar di masyarakat lanjut Nurbaiti, itu masih belum dapat di pertanggungjawabkan kebenarannya karena kemungkinan yang beredar adalah data lama disebarkan oleh oknum tak bertanggung jawab.

“Setiap keputusan itu ada cap resmi dari Panitia Seleksi (Pansel) sedangkan yang beredar di masyarakat ialah berbentuk file saja siapa pun bisa membuatnya karena banyak tangan-tangan jahil sebab CPNS ini menjadi sorotan seluruh Indonesia,” lanjutnya.

Dikatakannya, kemungkinan pengumuman resmi akan diterima BKPSDM Empat Lawang dalam waktu dekat dan akan segera dipublikasikan melalui website resmi Kabupaten Empat Lawang.

“Kemungkinan sebelum 1 Januari 2019 pengumuman dari BKN pusat sudah kita terima, tapi kita tak tahu karena bukan Kabupaten Empat Lawang saja tapi seluruh Indonesia, dan dengan beredar file tersebut kami yang jadi sasaran seolah-olah kami yang mengeluarkan padahal pengumuman belum ada. Untuk pengumuman resmi Kabupaten Empat lawang ialah di website empatlawang.go.id, jadi peserta diimbau rutin mengecek,” tegasnya.

Dan mengenai pemberkasan Baiti menyampaikan, pihaknya tidak akan menunda jika sudah ada pengumuman resmi dari BKN untuk menyampaikan kepada peserta apa saja berkas yang harus disiapkan oleh para peserta CPNS.

“Begitu kita umumkan hasil integrasi SKD dan SKB nanti itu ketahuan siapa saja yang lulus, kita akan buat list daftar nama untuk segera dilakukan pemberkasan dan mengenai tanggal kita masih menunggu dari BKN Sebab segalanya pusat yang mengatur,” ungkap Baiti yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubag Keuangan di BPKAD Kabupaten Empat Lawang ini.

*** Kebutuhan Guru Masih Kurang

Sementara Bupati Rejang Lebong, A Hijazi mengaku, saat ini kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Rejang Lebong masih kurang. Demikian disampaikan Hijazi saat dikonfirmasi Jumat (28/12).

Menurutnya, kekurangan ASN salah satunya tenaga pendidik atau guru.

“Kalau bicara soal kebutuhan ASN masih kurang, seperti contoh tenaga guru, tenaga guru yang kosong sebanyak 324 orang dan sekarang kosong lagi ditambah yang pensiun,” jelasnya.

Sementara itu untuk memenuhi kekurangan tenaga guru pada penerimaan CPNS tahu 2018 ini penerimaan sebanyak 170 orang.

“Itupun kalau terpenuhi kuota, itu salah satu contoh kekurangan jatah pengangkatan pegawai masih kurang,” katanya.

Namun demikian, untuk mengantisipasi kekurangan tenaga pendidik, pemerintah daerah memiliki kebijakan bagaimana sekolah tidak kekurangan guru.

“Mungkin merekrut guru honor untuk memenuhi kebutuhan guru di sekolah,” tambah Hijazi.

Sementara itu, terkait dengan pengumuman penerimaan CPNS tahun 2018 ini dirinya belum mendapat informasi dari KemenPAN.

“Pemerintah Daerah (Pemda) hanya membacakan, selain itu kewenangan dari KemenPAN dan BKN, kita tidak punya kewenangan penuh, pengangkatan, pengumuman tetap dari pusat,” jelasnya.

Saat ini, tambah Hijazi, Sekretaris Daerah (Sekda) dan Kepala BKPSDM masih membahas terkait ASN dan CPNS.

“Mungkin hari ini pak Sekda dan Kepala BKPSDM balik membahas soal itu dan terkait ASN,” tambah Hijazi.(nia/cw2/cw3/nia)

Rekomendasi Berita