oleh

Belum Juara, Sudah Banyak Permintaan

JAKARTA – Faktor bodi ternyata membuat perbedaan dalam ajang MotoGP. Seperti yang dialamai pembalap Movistar Yamaha Team, Marco Vinales. Ia meminta pihak Yamaha agar mengecilkan bodi kuda besinya, YZR-M1 sebelum musim 2019 yang tinggal tiga bulan lagi.

Bagi Marco, motor YZR-M1 terlalu besar. Motor yang dirancang itu sebenarnya disesuaikan dengan tinggi badan rekan setimnya, Valentino Rossi. Tinggi badan keduanya pun berbeda. Jika Rossi memiliki tinggi badan 180 cm sementara Vinales setinggi 165 cm. Selama dua musim itu, mantan juara Moto3 menggunakan motor tersebut.

“Dari awal, saya sudah meminta Yamaha untuk sepeda yang lebih kecil karena yang saya naiki sampai sekarang terlalu besar untuk saya,” tutur Vinales kepada Autosport, Sabtu (12/1).

Vinales berharap Yamaha mengabulkan permintaanya untuk tampil lebih baik di MotoGP 2019. Ia mengaku, motor Suzuki GSX-RR yang dipakainya saat bersama Team Suzuki, sangat cocok dengan postur tubuhnya. “Sulit untuk mengubah motor secara keseluruhan, tetapi jika kita mempertimbangkan mesin, beberapa detail dan beberapa hal dari aerodinamika, saya pikir perbedaannya bisa sangat penting,” terang pria yang akan mengubah nomor balapnya dari 25 menjadi 12 di musim ini.

Keinginan Vinales sebenarnya muncul setelah tim Movistar Yamaha kedatangan kepala mekanik barunya Esteban Garcia yang menggantikan Ramon Forcada. Vinales mengakui bahwa keadaan setelah kepergian Forcada, yang diumumkan pada pertengahan musim lalu menyebabkan keretakan yang mencolok antara keduanya. “ Banyak yang berasumsi kepergian Forcada adalah dari saya, tetapi saya tidak dapat secara sepihak memutuskan itu. Itu adalah keputusan yang diambil dengan Yamaha. Ketegangan yang kami alami itu sebenarnya tidak perlu (terjadi),”terangnya.

Sementara itu, rider Honda, Marc Marquez menyoroti perubahan nomor Vinales untuk MotoGP 2019. Menurut sang juara 2018 itu, keputusan Vinales tersebut cukup aneh. “Saya tak tahu kenapa saya tidak memilih untuk berganti nomor, tapi saya selalu menggunakan nomor 93. Memang ada pembalap memiliki obsesi yang besar, dan ini berpengaruh pada orang lain dan dihubungkan dengan takhayul, tapi saya tidak percaya hal semacam itu,” tutur Marquez seperti dikutip MotorSport. (gie/fin/tgr)

Rekomendasi Berita