oleh

Belum Ada Travel Urus Izin?

Penanggung Jawab Jasa Raharja Kota Lubuklinggau, Dwi Aprianto
“Jika penumpang naik travel yang tidak mempunyai izin, ketika kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) Jasa Raharja tidak bertanggung jawab….”

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Selain transportasi udara, transportasi darat pun masih jadi primadona masyarakat Lubuklinggau. Tarif murah kisaran Rp 100 ribu saja, menjadi alasan terbesar pelanggan memilih travel menuju kota tujuan. Seperti Jambi, Lampung, Bengkulu, bahkan Palembang.

Namun, sudah tepatkah kita dalam memilih travel? Hal ini jelas tak bisa dipastikan. Sebab di Lubuklinggau, mayoritas travel berplat hitam (mobil pribadi). Dan hanya segelintir yang sudah mengantongi izin.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Lubuklinggau, Abu Ja’at mengatakan, sampai saat ini belum ada mobil travel atau taxi di Kota Lubuklinggau baik plat hitam maupun plat kuning yang melaporkan untuk membuat izin.

“Saya sudah satu tahun menjabat sebagai Kadishub Kota Lubuklinggau, sampai saat ini belum ada laporan dari kabid saya, bahwa ada yang melapor untuk membuat izin kendaraan. Cuma sebatas laporan saja ke kantor Dishub bahwa dia ingin beroperasi di Kota Lubuklinggau , itu saja”jelasnya

Mendengar informasi itu, Kepala Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Kota Lubuklinggau Dedi Irawan cukup prihatin. Meski begitu, belum ada konsumen di Lubuklinggau yang mengeluhkan layanan travel.

“Sebenarnya, menurut informasi yang saya dengar banyak travel belum punya izin. Tapi belum ada yang melaporkan ke kami. Sehingga, kami tidak bisa mengidentifikasi keluhan itu. Sebenarnya, kalau konsumen dirugikan travel bisa lapor ke kami. Misalkan, layanan tidak layak dan tidak sesuai dengan perjanjian, itu boleh lapor. YLKI siap membantu,” jelasnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Jasa Raharja Kota Lubuklinggau, Dwi Aprianto menegaskan, risiko yang ditanggung konsumen, misalkan naik travel yang tidak mempunyai izin, ketika Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Jasa Raharja tidak bertanggung jawab.

“ Beda kalau travel ada izin resmi (plat kuning). Kami (Jasa Raharja,red) akan bertanggung jawab penuh dan menjamin penumpang, sesuai kesepakatan yang jelas dari Jasa Raharja,” katanya.

Jasa Raharja hanya menjamin penumpang angkutan umum yang sah, yaitu penumpang yang menggunakan angkutan berplat kuning dan memiliki izin operasi dari instansi terkait, yakni Dinas Perhubungan.

Jasa Raharja tidak bisa memberikan santunan pada penumpang angkutan plat hitam, karena bukan penumpang sah sesuai dengan UU Nomor 33 Tahun 1964 Jo PP nomor 17 Tahun 1965 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang Umum.

Oleh karena itu, ia mengingatkan kepada masyarakat agar tetap menggunakan angkutan umum yang resmi. Karena Jasa Raharja tidak akan memberikan jaminan santunan kepada penumpang angkutan ilegal berplat hitam ketika mengalami kecelakaan.

Selama Januari hingga November 2017, kata Dwi baru satu Lakalantas terjadi. Itu pun menimpa Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) awal tahun 2017 lalu.

“Kejadiannya di Kabupaten Musi Rawas. Dan mengenai pertanggung jawaban terhadap kecelakaan lalu lintas, tergantung Tempat Kejadian Perkara (TPK), karena kita mempunyai wilayah masing-masing,” tuturnya.

Ia memisalkan, warga Kota Lubuklinggau mengalami kecelakaan di Kota Palembang, nanti pihak Jasa Raharja Palembang yang melakukan evakuasi.

Oleh karena itu, ia menghimbau pengusaha travel di Kota Lubuklinggau memberikan perlindungan bagi konsumen. Agar tidak mengganggu perjalanan konsumen, karena keamanan mereka merupakan tanggung jawab travel.

Di tempat berbeda Zul melalui Ririn salah satu karyawan Travel Ratu Intan mengatakan sejak didirikan pada 1996 sudah mempunyai izin baik asuransi maupun tempat.

“Selain dilengkapi dengan surat izin yang menjadi dasar untuk mempercayai konsumen, kami sangat bertanggung jawab sampai ke tujuan konsumen kami, kita mempunyai asuransi yang jelas,” kata Ririn.

Lebih lanjut ia menyampaikan selama puluhan tahun menjalani bisnis travel Ratu Intan tidak menerima kendala baik dari konsumen maupun instansi terkait mengenai travelnya.

Sedangkan untuk izin ia mengungkapkan semua dari provinsi induk travelnya, memang untuk di daerah kita tidak mempunyai namun semua keselamatan ada disana.

“Kita ambil izin langsung di Provinsi Bengkulu, sebab disana induk dari travel kita, sementara di Kota Lubuklinggau hanya cabang kita saja. Tapi untuk keselamtan kita jamin dibanding travel-travel yang ada di Kota Lubuklinggau,” jelasnya.

Sementara itu, N salah seorang pemilik loket travel antar kota Lubuklinggau Palembang mengatakan ia tidak mengetahui dengan izin terkait. Baik tempat usaha maupun keamanan konsumen, karena ia hanya membuka dan mendapat perintah dari kerabat di Palembang.

“Mengenai izin saya tidak tahu, apakah sudah dibuat sekali oleh kerabat disana atau tidak, sebab saya hanya disuruh membuka cabang. Lagi pula bertepatan tempat tinggal saya dekat dengan jalan lintas,” tutup N saat diwawancara, kemarin.(19/CW01)

Komentar

Rekomendasi Berita