oleh

Belum Ada Pemberitahuan Resmi Dari Pihak RSSA

Lokasi Berdagang di Jalan Pembangunan Akan Ditutup

Manajemen Rumah Sakit Siti Aisyah (RSSA) Lubuklinggau berencana, akan menutup Jalan Pembangunan Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Penutupan jalan ini bertujuan, untuk melancarkan akses mobil Ambulance menuju Unit Gawat Darurat (UGD). Lalu, apa tanggapan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang jualan di sepanjang jalan tersebut ?

Laporan Daulat, Air Kuti

Pantauan wartawan Linggau Pos, Jalan Pembangunan kurang lebih 300 meter, merupakan satu dari sekian jalan alternatif yang bisa dilewati pengguna jalan ketika Jalan Yos Sudarso mengalami kemacetan.

Meskipun begitu, intensitas pengendara yang melewati Jalan Pembangunan tersebut relatif sepi. Hal itu menjadikan sejumlah PKL menempati sisi jalan. Selain itu, jalur tersebut juga sering dijadikan sebagai area parkir sejumlah mobil dan motor.

Mustakim (43), seorang pedagang kaki lima mengatakan ia berjualan di Jalan Pembangunan lebih kurang sudah dua tahun bersama rekan-rekannya. Di sana ia berjualan seperti gula, roti, kerupuk, minyak dan rokok.

“Sebelumnya saya berjualan di SDN Perumnas Niken, karena pembelinya sepi kemudian diajak teman berjualan di depan RSSA,” tuturnya

Selama berjualan di depan RSSA omzetnya meningkat. Banyak pembeli dari keluarga pasien RSSA.

“Saya buka warung mulai pukul 07.00 WIB – 22.00 WIB,dari pagi sampai malam pendapatan sehari sekitar 350 ribu,pembelinya kebanyakan dari pasien RSSA, lumayan ramai dari pada yang di tempat lama,” ucapnya

Ia mengatakan kabar mengenai ditutupnya Jalan Pembangunan hanya terdengar dari mulut ke mulut. Belum ada pemberitahuan resmi dari pihak RSSA.

“Iya tahu kalau akan ditutup. Tahunya ya dari teman-teman saja ,” ungkap

Mustakim Merespons hal tersebut, Mustakim mengaku was-was karena dirinya harus menemukan tempat pengganti apabila dirinya dilarang berdagang di Jalan Pembangunan tersebut.

Meskipun begitu, ia mengakui bahwa jalur itu memang dilarang untuk dijadikan area berdagang.

“Ya memang gak boleh dagang. Tapi ya gimana, kami tidak menemukan tempat lain,” ucapnya. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita