oleh

Belasan Lansia di Panti Jompo Bhakti Mulia Huni Bangunan Rusak

LINGGAU POS ONLINE – Kondisi Panti Jompo Tresna Werdha Bhakti Mulia di G1 Mataram, Kecamatan Tugumulyo memprihatinkan. Bangunan yang berdiri tahun 2005 itu butuh perhatian.

Butuh waktu lebih kurang 30 menit dari Kota Lubuklinggau untuk menuju Panti Jompo Tresna Werdha Bhakti Mulia. Lokasi panti ini bersanding dengan pemukiman padat penduduk.

Saat memasuki panti, sangat mudah menemukan bangunan yang rusak. Bahkan, makin ke dalam ruangan tampak kumuh.

Namun ternyata, ada 19 kakek dan nenek yang tinggal di sana. Usianya kisaran 50-70 tahun. Ada yang dari Kota Palembang, Kota Pekan Baru, Provinsi Jambi, Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Muratara, Kota Lubuklinggau dan Pulau Jawa.

Pengurus Panti Jompo Tresna Werdha Bhakti Mulia, Asim mengatakan untuk operasional panti dirinya bersama rombongan harus bekerja ekstra untuk mencari donatur.

“Saya dan pengurus yayasan lainnya, harus berjuang keras mendapatkan bantuan untuk membiayai mereka (19 lansia,red). Karena selain butuh biaya hidup, kami juga butuh biaya yang besar untuk merenovasi panti,” terang Asim.

Sebab kata Asim, toilet bangunan itu makin buruk, atap bocor, lantai pecah, dan lainnya.

“Bahkan, ada beberapa penghuni panti saat tidur tidak pakai kasur, karena panti ini kurang tempat tidur,” jelasnya.

Jatah makan para lansia dari bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) hanya Rp10 ribu. Dengan dana itu, Asim tetap menyuguhkan makanan tiga kali dalam sehari.

Makanan itu dimasak sendiri oleh para pengurus panti. Saat ini, Asim dibantu enam orang pengelola panti. Mereka meng-handel bagian masak, bersih-bersih dan keamanan.

Asim mengungkapkan, sebenarnya ia tidak mampu menampung penghuni baru karena keterbatasan biaya. Namun, jika ada lansia yang datang terpaksa ditampung daripada mereka berkeliaran tanpa tempat tinggal.

Asim berharap pemerintah daerah dapat membantu, meringankan masalah ini.

“ Karena panti ini tidak layak huni lagi,” harapnya. (dlt)

Rekomendasi Berita