oleh

Belajar Merajut Gratis Bersama Debbie

LUBUKLINGGAU – Hobi merajut ternyata bisa membuahkan produk cantik nan menawan. Jika ditekuni dengan maksimal, bisa jadi peluang usaha. Seperti yang dilakukan Debbie, Owner Rumah Rajut Libi.

Debbie memanfaatkan nylon dan polyester untuk membuat aneka tas di galerynya, Jalan Patimura RT 01 No.05, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

“Usaha ini sudah berjalan 5 tahun. Memang fokusnya lebih ke benang-benang rajut. Jadi kita menyediakan benang rajut di sini. Tetapi juga ada beberapa produk rajutan namun tidak banyak” jelas Debbie.

Benang rajut sendiri tersedia dengan berbagai macam warna mulai dari coklat, hijau, merah, dan biru hingga terhitung kurang lebih 30 hingga 35 warna yang tersedia. Untuk warna favorit disampaikan oleh Debbie yakni warna merah dan warna hitam, karena menurut kebanyakan pembeli, warna tersebut terbilang netral.

Untuk dapat memiliki benang rajut, biasanya Debbie menjual benang tersebut per gulungan atau per roll dengan harga bervariasi mulai dari Rp10 ribu hingga Rp60 ribu.

Beberapa produk yang telah dihasilkan oleh Debbie yakni seperti tas, sepatu, tempat tissue, wadah botol minum, topi, dan syal serta beberapa produk lainnya. Untuk harga produk yang sudah jadi sendiri berkisar Rp100 ribu hingga Rp500 ribu per pieces.

Selain dapat berbelanja benang dan beberapa produk rajut, anda juga dapat belajar merajut di Rumah Rajut Libi.

“Kami juga welcome dengan siapa yang mau belajar rajut, gratis gak ada biaya. Jadwalnya itu pada Selasa dan Kamis mulai dari pukul 16.00 WIB hingga sore sampai sebelum magrib. Seluruh lapisan boleh datang, belajar bersama, apa yang ditanyakan selagi kita bisa, maka akan kita ajarkan,” tambahnya.

Debbie juga mengharapkan dengan adanya Rumah Rajut Libi ini dapat melestarikan rajutan karena di era yang modern ini, rajutan sudah mulai ditinggalkan.

“Ya harapannya masyarakat bisa lebih menghargai waktu dengan berkarya dari pada main handphone gitu ya, sekalian mempertahankan rajutan juga agar tidak hilang terutama untuk di Lubuklinggau. Tapi sejauh ini alhamdulillah kesadaran guru-guru untuk mengajarkan anak didiknya praktek mulai timbul, salah satunya dari rajutan ini,” jelas Debbie.

Menurut salah satu siswa yang pernah belajar langsung di Rumah Rajut Libi, Novchella bahwa belajar merajut di sana memang menyenangkan.

“Saya pernah belajar di Rumah Rajut Libi, yang ngajarin itu Mbak Debbie sabar banget. Diajarin secara detil ini dan itu, lemah lembut juga, baik banget ngasih tau apapun yang saya tanya. Jadinya belajarnya gak takut, malah seru bikin nagih mau datang lagi,” jelas siswa yang biasa disapa Chella ini.

Saat ini, Chella telah berhasil membuat berbagai macam produk dari rajutan seperti tas. Selain belajar di Rumah Rajut Libi, ia juga belajar di sekolah dan berlatih membuat rajutan tas di rumah. (cw5)

Rekomendasi Berita