oleh

Belajar Membentengi Diri dari Narkotika

Catatan Outing SMPIT Al-Qudwah Mura

Merokok semasa remaja kadang jadi ajang gagah-gagahan. Padahal, barang mematikan satu ini juga bisa jadi ‘gerbangnya’ narkoba. Hal inilah yang sepatutnya jadi renungan, ketika anak bau kencur merokok jangan dianggap remeh.

Laporan Sulis, Muara Beliti

JUMAT (17/11) agenda outing class kembali diadakan untuk siswa-siswi kelas VII, VIII dan IX SMPIT Al-Qudwah Musi Rawas (Mura). Kali ini, lokasi tujuan outing cukup menantang. Yakni Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkotika Muara Beliti.

Kedatangan 63 peserta didik itu disambut Kepala Lapas Narkotika Muara Beliti Suyatna, SH, MH dan Tim Medis Lapas Narkotika, Eva Susanti, S.Kep, Ners.

Dalam arahannya, Eva Susanti mengatakan pertumbuhan jumlah pecandu narkoba di Indonesia begitu pesat. Umumnya, mereka berusia 11-24 tahun (usia produktif).

“Awalnya pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok. Dari kebiasaan ini (merokok,red) pergaulan terus meningkat. Apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pecandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan,” papar Eva.

Narkoba, efeknya akan terjadi dengan cepat. Pengguna mengalami perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian. Pengguna akan sering membolos, menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran. Pelajar jadi mudah tersinggung dan cepat marah.

“Bahkan sering menguap, mengantuk dan malas dan tidak memedulikan kesehatan diri. Kalau sudah akut, mereka suka mencuri untuk membeli narkoba,” paparnya.

Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, kata Eva, sudah seyogianya menjadi tanggung jawab bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita.

Adapun upaya-upaya yang lebih konkret yang dalam kita lakukan adalah melakukan kerja sama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba. Atau mungkin mengadakan razia mendadak secara rutin.

Kemudian pendampingan dari orang tua siswa itu sendiri dengan memberikan perhatian dan kasih sayang.

“Pihak sekolah harus melakukan pengawasan ketat terhadap gerak-gerik peserta didik karena biasanya penyebaran (transaksi) narkoba sering terjadi di sekitar lingkungan sekolah,” jelasnya.

Kepala SMPIT Al-Qudwah, Aris Nufan berharap, kegiatan ini bisa menjadi salah satu media mengingatkan supaya siswa SMPIT Al-Qudwah bisa membentengi diri dari narkoba.

“ Mari bersama-sama menjaga diri agar kita terhindar dari bahaya narkoba dan mendekam di sini (Lapas Narkotika),” jelasnya mengingatkan.

Setelah dibekali materi bahaya narkoba, seluruh siswa diajak untuk studi lapangan dengan melihat warga binaan. Dengan harapan siswa-siswi ini akan mengetahui betapa ruginya kalau sampai terjerat narkoba.(*)

Komentar

Rekomendasi Berita