oleh

Belajar Dalam Situasi Gelap-Gulita

Guru Indonesia Mengajar Syafaruddin
“Kadang anak-anak mengeluh. Dan tanya ke saya, kapan ya pak ada lampu? Mereka mengeluh kalau pakai senter, karena setiap malam on terus jadi mudah habis ..”

LINGGAU POS ONLINE, PASENAN – Minat belajar murid SDN Sri Pengantin memang tinggi. Namun, fasilitas untuk anak-anak belajar belum mendukung. Hal ini membuat Seorang Guru Indonesia Mengajar, Syafaruddin, prihatin.

“Setiap malam, kami sengaja membuat perkumpulan untuk belajar. Tapi penerangan seadanya. Kadang anak-anak mengeluh. Dan tanya ke saya, kapan ya pak ada lampu? Mereka mengeluh kalau pakai senter, karena setiap malam on terus jadi mudah habis,” jelas Syafaruddin kepada Linggau Pos, Senin (25/12).

Menurut Syafaruddin, ia tidak bisa berbuat apapun.

“ Saya hanya bisa tersenyum. Semoga pemerintah bisa memberi jawabannya agar Dusun Sri Pengantin, Desa Pasenan, Kecamatan STL Ulu Terawas ini juga teraliri listrik ,” jelasnya lagi.

Dari data yang dihimpun Linggau Pos, masih ada 11 desa di Kabupaten Musi Rawas belum dialiri listrik. Ini disampaikan Manager PT PLN Rayon Muara Beliti, Randhy Kusriansyah.

“Insya Allah 2018 ada pembangunan listrik masuk desa. Hal ini sesuai dengan target PLN pusat, kalau 2019 mendatang seluruh desa harus teraliri listrik,” kata Randhy kepada Linggau Pos, kemarin.

Meski demikian, kata dia, masyarakat sudah menikmati listrik dari sumber lain yang bukan dari PLN.

“Walaupun belum menikmati aliran listrik dari PLN, akan tetapi ada sumber listrik lainnya. Seperti disediakan oleh PT Medco dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS),” tuturnya.

11 desa yang belum teraliri listrik tersebut ada di Kecamatan BTS Ulu dan Muara Lakitan. Namun, secara keseluruhan desa apa yang belum teraliri listrik tersebut, Randhy belum bisa mengungkapkan. Hanya saja, dia berupaya supaya seluruh desa teraliri listrik.

“Ada di dua kecamatan yaitu BTS Ulu dan Muara Lakitan. Kita targetkan tahun 2018, desa yang belum teraliri listrik, semuanya bisa teraliri listrik,” imbuhnya.

Untuk biaya, Randhy tidak bisa memastikan, berapa biaya yang dibutuhkan masyarakat untuk pemasangan listrik. Karena, ditentukan langsung oleh PT PLN Bagian Wilayah Lindes.

“Kita minta kepada masyarakat untuk bersabar, karena kita akan berupaya semaksimal mungkin supaya seluruh desa masuk listrik,” jelasnya.(05/12)

Komentar

Rekomendasi Berita