oleh

Bayi yang Ditemukan di Dalam Kantong Plastik, Adalah Korban Kekerasan

LINGGAUPOS.CO.ID- Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter forensik Rumah Sakit (RS) M Hasan Palembang, bayi malang yang ditemukan tewas oleh seorang warga di Lorong Bersama, RT 43 RW 16, Kecamatan Plaju diduga mendapat tindak kekerasan.

“Bayi itu mendapat tindakan kekerasan dengan menggunakan benda tumpul, karena pada bagian kepalanya terdapat luka memar,” ungkap dokter Forensik RS M Hasan, dr Indra Nasution saat dikonfirmasi via telpon.

Ditambahkannya, bayi dengan panjang badan 50 cm dan berat 2,8 kg tersebut sudah berumur sekitar satu mingguan.

Iya, diperkirakan sebelum ditemukan, bayi tanpa identitas itu telah hidup sekitar satu mingguan. Hal itu terlihat dari tali pusarnya yang sudah lepas. Tali pusar bayi inikan lepasnya 5 hingga 7 hari setelah lahir,” terangnya.

Sementara itu, bayi tanpa dosa yang dibuang oleh orang yang tidak bertanggung ini diperkirakan telah meninggal lebih dari dua hari saat ditemukan.

Diberitakan sebelumnya, sang bayi ditemukan oleh Lukman Nur Hakim (51) dalam kantung plastik yang tergeletak di dekat rumahnya, Jum’at (9/4) sekitar pukul 07.30 WIB.

Menurut Lukman, dirinya telah melihat bungkusan tersebut tergeletak di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekitar dua hari lalu.

“Karena merasa penasaran dan curiga, lalu saya membuka bungkusan kantong plastik putih itu, dan ternyata berisi mayat bayi laki-laki tanpa identitas,” ujarnya.

Lantas, Lukman memberitahukan penemuan mayat bayi kepada warga dan Ketua RT setempat.

“Lalu Pak RT melaporkannya ke Polsek Plaju dan Polrestabes Palembang. Tidak lama kemudian polisi datang, dan membawa jasad bayi itu ke rumah sakit,” jelasnya.(*)

Sumber: Palpos.id

Rekomendasi Berita