oleh

Bayi dan Ibunya di Muratara Positif Corona, Total Sudah 19 Orang Terpapar

LINGGAUPOS.CO.ID – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid19 Musi Rawas Utara (Muratara) menjelaskan Rabu (20/5/2020) terdapat penambahan 17 orang positif Corona. Sehingga total menjadi 19 orang.

Juru Bicara GTPP Covid19 Muratara Susyanto Tunut menjelaskan, awalnya diketahui ada dua positif di Muratara, yakni Kasus 01 Nn. B (9) dari Kecamatan Rupit dan Kasus 02 Tn. R (10) warga Desa Mandi Angin Kecamatan Rawas Ilir.

Dari Kasus 01 berdasarkan pers rilis GTPP Sumsel, dijelaskannya menimbulkan klaster baru, setelah menular kepada ayah dan ibunya, yakni Tn.AL (40) atau kasus 03, Ny.N (39) kasus 04 dan adiknya Nn.N (6) kasus 05). (Lihat Tabel)

“Kemudian kasus 07 dan kasus 08 merupakan anak-ibu, juga kasus 15 dan 16 yakni ibu dan bayinya. Hal ini menunjukkan bahwa kontak antara Terjangkit dengan orang lain dalam satu keluarga sangat besar peluangnya. Demikian juga kasus 18 dan kasus 19 memiliki hubungan menantu-mertua,” jelasnya.

Oleh karena itu dihimbau masyarakat untuk secara sukarela dan ikhlas mengikuti Isolasi/Karantina yang dilakukan oleh Gugus Tugas. Sehingga penularan dapat dihindari. Jika kita sayang dengan keluarga dan masyarakat harus rela untuk mengikuti karantina.

Tim Gugus Tugas telah mengambil langkah-langkah tracking dengan mendatangi rumah OTG dan mendata kemungkinan kontak erat dengan OTG selama beberapa waktu terakhir.

Hasil tracking menunjukkan ada 64 anggota keluarga yang diduga kontak erat dengan OTG. 34 orang diantaranya sudah dilakukan pengambilan sampel Swab. Sisanya akan dilakukan besok. Penyemprotan di sekitar rumah OTG yang positif juga akan dilakukan.

Gugus Tugas mengharapkan bantuan dan kerjasama dari keluarga dan warga sekitar yang merasa pernah kontak dengan para OTG yang hasil pemeriksaan Swab nya positif tersebut dalam waktu 14 hari terakhir, untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan jika diperlukan dilakukan Rapid Test maupun Swab Test.

Gugus Tugas juga menghimbau masyarakat tetap tenang, tidak panik dan bersama sama mendukung Pasien dan Keluarga . Sekali lagi ditegaskan bahwa COVID-19 bukan AIB, sehingga penderitanya tidak perlu dibenci atau direndahkan. Justru harus diberi dukungan agar bersedia dikarantina atau Isolasi Mandiri.(*)

Rekomendasi Berita