oleh

Bawaslu Monitoring Logistik Pemilu

LUBUKLINGGAU – Sejumlah logistik Pemilu 2019 telah ada di gudang penyimpanan logistik KPU Kota Lubuklinggau, di Jalan Depati Djati, Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I. Logistik tersebut diantaranya bilik suara, kotak suara, sampul, kabel tis dan perlengkapan Tempat Pemungutan Suara (TPS) lainnya.

Kamis (24/1), Bawaslu Kota Lubuklinggau melakukan monitoring kesiapan logistik Pemilu, hal ini dilakukan untuk mengingatkan KPU Kota Lubuklinggau, agar selalu cek dan ricek logistik yang diperlukan untuk Pemilu 2019. Kemudian, cepat melakukan koordinasi bila ada logistik yang mengalami kerusakan atau masih kurang dari yang dibutuhkan.

Ketua Bawaslu Kota Lubuklinggau, Mursyidi mengatakan, semua logistik yang datang ke kantor KPU Kota Lubuklinggau harus selalu dicek. Bukan hanya jumlahnya yang harus sesuai kebutuhan, tapi kondisi dari logistik tersebut apakah sudah siap pakai atau tidak, hal ini dilakukan agar proses pemungutan dan penghitungan suara yang akan dilakukan pada 17 April 2019 bisa berjalan aman, tertib dan lancar.

“Jika masih ada kekurangan atau ada logistik yang rusak. Harus segera dikoordinasikan agar memenuhi kebutuhan,” kata Mursyidi.

Menurutnya, Mursyidi pendistribusian logistik memang dilakukan KPU secara bertahap sampai nanti menjelang pemilu 2019. Jadi kalau masih ada logistik yang rusak atau kurang, masih ada waktu untuk memenuhi kekurangan tersebut.

“Tapi, KPU harus cepat. Jangan sampai ketika akan didistribusikan baru tahu ada logistik yang kurang,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Komisioner KPU Kota Lubuklinggau Divisi Hukum dan Pengawasan, Riko Saputra mengatakan dalam melakukan pendistribusian logistik, pihaknya mengacu pada Peraturan KPU Nomor 32 tahun 2018.

“Alhamdulillah, kesiapan logistik tidak ada masalah, sampai saat ini semua logistik di gudang. Bahkan, kami selalu berkoordinasi dengan Bawaslu dan Polres ketika ada logistik yang datang,” jelasnya.

Mengenai waktu pendistribusian logistik ke TPS, diperkirakan dua minggu sebelum pemilu digelar. Alurnya, dari KPU ke sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), kemudian ke sekretariat Panitia Pemungutan Suara (PPS), yang akan didistribusikan ke TPS. Begitupun arus baliknya, dari TPS, ke PPS, dilanjutkan ke PPK baru ke KPU.

“Semoga logistik yang didistribusikan nanti tidak ada masalah, baik kuantitas atau kualitas,” jelasnya.

Dalam pendistribusian, pihaknya akan melihat kondisi cuaca dan jarak tempuh ke lokasi yang akan didistribusikan, walaupun dari KPU ke PPK tidak anda kendala, karena jarak terjauh bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam. (aku)

Rekomendasi Berita