oleh

Bawaslu Minta ASN Jaga Netralitas

“Bekerjalah secara profesional dan menjaga kode etik sebagai ASN, selama pelaksanaan pemilu 2019,” komisioner Bawaslu Kota Lubuklinggau Divisi Penindakan Pelanggaran (HPP) dan Sengketa Pemilu, Bahusi.

 

LUBUKLINGGAU – Bawaslu Kota Lubuklinggau mengimbau kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Lubuklinggau untuk menjaga netralitas dalam pelaksanaan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan dilakukan pada 17 April mendatang. Hal ini disampaikan Komisioner Bawaslu Kota Lubuklinggau Divisi Penindakan Pelanggaran (HPP) dan Sengketa Pemilu, Bahusi, Jumat (11/1) di ruang kerjanya.

Menurut Bahusi, netralitas ASN di setiap perhelatan pemilu sangatlah penting untuk menjaga kualitas dari hasil pemilu. Bahkan, sudah diatur dalam Undang-Undang (UU) No.5 Tahun 2014 tentang ASN, sanksi bagi ASN yang tidak netral sangat berat, yakni pemecatan atau pemberhentian bagi ASN yang terbukti tidak netral.

“Bekerjalah secara profesional dan menjaga kode etik sebagai ASN, selama pelaksanaan pemilu 2019,” katanya.

Namun, tidak ada aturan yang melarang ASN untuk tidak hadir dalam kampanye peserta Pemilu, karena mereka punya hak pilih, jadi wajib untuk mengetahui visi misi dari para peserta pemilu yang berkompetisi.

“Silakan hadir dalam kampanye, tapi jangan pakai seragam dari peserta pemilu. Sebab, kehadiran mereka (ASN) dalam kampanye hanya untuk mengetahui visi dan misi peserta pemilu, bukannya mengampanyekan mereka,” jelasnya.

Bahkan, kalau ASN yang ikut mengampanyekan salah satu peserta pemilu 2019, baik calon anggota DPD, DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kota Lubuklinggau, serta Calon Presiden (Capres), akan ditindak sesuai hukum yang berlaku, yakni direkomendasikan ke Komisi ASN.

“Kami akan menindak tegas ASN yang mengampanyekan salah satu peserta pemilu. Sebelumnya, ketika pelaksanaan Pilkada serentak 2018, kita juga telah merekomendasikan ASN yang terbukti tidak netral ke KASN,” tegasnya.

Pelanggaran yang kerap dilakukan ASN, mulai dari foto dengan peserta pemilu dengan menunjukkan simbol dukungan. Termasuk, memposting status menyatakan dukungan, serta menyatakan dukungan di media sosial.

“Sebelumnya ada ASN mengajak masyarakat untuk mendukung salah satu peserta Pilkada pada 2018 lalu, dan yang bersangkutan sudah kita rekomendasikan ke KASN,” ungkapnya. (aku)

Rekomendasi Berita