oleh

Bawaslu Lepas Seluruh APK Bacaleg

Kampanye Sebelum Jadwal

LINGGAU POS ONLINE, MEGANG – Ketua Bawaslu Kota Lubuklinggau, Mursydi menegaskan pihaknya akan melakukan pembersihan Alat Peraga Kampanye (APK) Bakal Calon Legislatif (Bacaleg), yang akan maju di Pemilihan Umum Legislatif. APK dimaksud, APK yang penampilan citra diri.

Citra diri yang masuk kategori kampanye dijelaskannya, seperti pembuatan baliho atau spanduk yang memuat lambang atau logo partai, nama partai, dan nomor urut partai. Sebagaimana yang sudah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Menurut Mursydi, pihaknya sudah mengirim surat imbauan kepada parpol dan tembusan kepada Bacaleg tentang ketentuan kampanye. Sesuai ketentuan, kampanye baru dapat dilakukan tiga hari setelah penetapan Daftar Calon Tetap (DCT). Penetapan DCT sendiri dijadwalkan, pada tanggal 20 September 2018 mendatang. Maka kampanye baru bisa dimulai tanggal 23 September 2018 sampai dengan tiga hari sebelum pemungutan suara (masa tenang), yakni tanggal 13 April 2019 mendatang.

Maka apabila ada Bacaleg maupun Parpol yang mengampanyekan dirinya sebelum jadwal yang ditentukan, mereka dapat diancam pidana kurungan satu tahun penjara atau denda paling banyak Rp 12 juta. Itu sesuai Pasal 276 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

“Surat himbauan sudah kita sampaikan ke Parpol, maka malam ini (27/8) kita akan melakukan pembersihan APK,” jelas Mursidi.

Dalam melakukan pembersihan, pihaknya melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) dan seluruh Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dan Panitia Pengawas Lapangan (PPL). Sebab, kuat dugaan surat himbauan yang sudah disampaikan tersebut tidak diindahkan Parpol, karena berdasarkan pantauan di lapangan masih banyak APK yang belum dilepas Bacaleg, baik yang berada di pusat keramaian maupun yang berada di rumah-rumah masyarakat.

“Semua titik akan kita datangi, melalui Panwascam dan PPL demi menjaga ketertiban dalam berkampanye,” katanya.

Kemudian untuk APK yang berada di rumah-rumah masyarakat. Pihaknya akan meminta masyarakat untuk menurunkannya secara sukarela, dengan penjelasan kalau APK yang dilepas boleh dipasang kembali pada saat dilakukannya kampanye. (01)

Rekomendasi Berita