oleh

Bawaslu Latih Saksi Peserta Pemilu 2019

MUSI RAWAS – Bawaslu Kabupaten Musi Rawas (Mura), akan melatih 60.736 orang saksi peserta pemilu untuk ditempatkan di 1.168 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Mura.

Adapun rincian saksi ini yakni 18.688 orang dari saksi 16 Partai Politik (Parpol) peserta Pemilu 2019, kemudian 40.880 saksi dari 35 calon anggota DPD perwakilan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), dan serta 1.168 orang saksi Pasangan Calon (Paslon) Presiden-Wakil Presiden. Selain itu, masing-masing peserta pemilu juga bisa menempatkan 2 orang saksi di setiap kecamatan, dan 4 orang saksi di tingkat Kabupaten Mura.

Hal ini, disampaikan Divisi Hukum Penindakan Pelanggaran (HPP) dan Sengketa Pemilu 2019, Khoirul Anwar, Rabu (23/1).

Menurut Anwar, bisa saja jumlah saksi yang dilatih tidak mencapai kuota maksimal yang sudah ditentukan, karena bisa saja ada Parpol atau Calon Anggota DPD yang tidak menempatkan saksinya ditingkat TPS. Namun, sebagai penyelenggara pemilu sudah jadi kewajiban bagi pihaknya untuk melakukan sosialisasi ke semua peserta pemilu, mengenai program yang sudah diamanahkan dalam Undang-Undang (UU) No.7 Tahun 2017 tentang Pemilu Pasal 351 ayat 8. Dalam pasal tersebut menerangkan jika saksi sebagaimana dimaksud pada ayat 7 dilatih oleh Bawaslu.

“Dalam waktu dekat kita akan sosialisasi jemput bola ke peserta pemilu, terkait pelatihan saksi mereka di Pemilu 2019,”kata Anwar.

Namun, karena banyaknya saksi yang akan dilatih, maka proses pelatihan para saksi ini akan dilakukan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam). Maka, banyaknya saksi yang akan dilatih sesuai dengan jumlah TPS di setiap kecamatan.

“Proses pelatihannya memang dilakukan Panwascam, tapi pematerinya dari Bawaslu,” jelasnya.

Terpisah, Komisioner Bawaslu Kota Lubuklinggau Divisi HPP dan Sengketa Pemilu, Bahusi mengatakan pihaknya juga akan melakukan pelatihan saksi para peserta pemilu, sesuai amanah UU No.7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Menurut Bahusi, pihaknya hanya sebatas memberikan pelatihan. Karena, saksi dibentuk oleh Parpol calon anggota DPD dan Paslon Presiden dan Wakil Presiden.

“Kita hanya memberikan pelatihan, dan berapa yang dilatih sesuai dengan jumlah peserta pemilu, mulai tingkat TPS, kecamatan hingga kota,” jelas Bahusi. (aku)

Rekomendasi Berita