oleh

Baru Sembilan Desa Mulai Pembangunan

LINGGAU POS ONLINE, MURATARA – Dari 82 desa di Kabupaten Muratara, baru sembilan desa yang sudah memulai pembangunan atau titik nol bersumber dari Dana Desa (DD).

Data ini berdasarkan surat pemberitahuan pelaksanaan penetapan titik nol yang masuk ke bagian umum Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMD-P3A) Kabupaten Muratara.

Sembilan desa tersebut tersebar di tiga kecamatan. Pertama, Kecamatan Karang Jaya, desa yang memulai pembangunan adalah Desa Muara Tiku, Desa Rantau Jaya, Desa Suka Raja, dan Desa Lubuk Kumbung.

Kedua, di Kecamatan Rupit yakni Desa Batu Gajah, Desa Noman, Desa Maur Baru, dan Desa Tanjung Beringin. Serta ketiga, Kecamatan Nibung baru Desa Jadi Mulya yang memulai pembangunan dengan DD.

Dalam titik nol pembangunan Pemerintah desa melibatkan DPMD-P3A, Inspektorat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta kecamatan. Namun yang hadir berdasarkan informasi hanya perwakilan DPMD-P3A Kabupaten Muratara saja, dan pihak kecamatan. Sementara inspektorat ada turun ada juga yang tidak.
Sekretaris DPMD-P3A Kabupaten Muratara, A Dasril saat diwawancara mengatakan, sekarang desa yang memulai titik nol belum belum sampai sepuluh desa. Dan setiap pelaksanaanya wajib melibatkan DPMD-P3A, Inspektorat, PUPR.

“Untuk titik nol wajib melibatkan DPMD, Inspektorat dan PU,”kata dia, beberapa waktu lalu.

Turunnya DPMD-P3A, jelas A Dasril, untuk mempertegas lokasi pembangunan, dalam hal administrasi atau surat-menyurat. Jangan sampai setelah pembangunan bermasalah.

“Kita akan kembali turun melihat progres pembangunan tersebut sesuai tidak dengan dana yang digunakan,” tegas dia.

Sementara itu, Inspektur Kabupaten Muratara, Romsul Panani menegaskan ia tidak begitu konsen dengan titik nol, melainkan pihaknya konsen pada pelaksanaan dan pelaporan.

“Kalau titik nol tidak wajib kami ikuti, karena kami konsen pada pelaksanaan dan pelaporan, sehingga kami hanya melakukan pendampingan titik nol di beberapa desa saja untuk sampel-sampel be,” jelas dia.

Apalagi, sekarang pihaknya sedang melakukan pemeriksaan regular ke instansi baik dinas maupun badan.

“Sekarang ini juga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perwakilan daerah sudah turun sampai ke pelosok, karena kita juga sudah menyampaikan pelaporan rencana aksi pencegahan korupsi sebagaimana yang dipinta KPK,” papar Romsul Panani.(12)

Rekomendasi Berita