oleh

Baru Diresmikan, Plaza Lematang Indah Terbengkalai

LINGGAU POS ONLINE, LAHAT – Sejak diresmikannya proyek pembangunan Plaza Lematang Indah (PLI) yang terletak di pinggir aliran Sungai Lematang, pada pertengahan Desember 2017 lalu, langsung oleh Bupati Lahat, H Saifudin Aswari Riva’I SE, dan Dirut Utama PTBA Tanjung Enim Tbk yang diwakili senior CSR PTBA, Kunti Miarso. Kini, mulai rusak, kotor, dan kumuh.

Padahal pengerjaan mega proyek yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) II Lahat serta kucuran dana CSR PTBA Tbk dengan total keseluruhan Rp 64 miliar itu, terkesan mubazir dan diduga tidak tepat sasaran. Lebih menggelikan lagi, dalam peresmiannya Pemda Lahat mendatangkan artis ibu kota Via Valen untuk menghibur masyarakat Lahat.

Proyek yang baru seumuran jagung tersebut, kondisi di lapangannya mulai rusak, kotor, dan terkesan kumuh. Terlihat, tangga yang menggunakan keramik putih itu, sudah mulai menghitam dan disesaki oleh kotoran reruntuhan daun mahoni. Sedangkan, di beberapa titik plafon telah rapuh dan mengalami kebocoran.

“Makmane dek, PLI ini kami bersihkan seminggu satu kali. Anye waktu nak bersihkanye bawah tangge ade kotoran jeme. Jorok nian dek. Entah makmane yang jage malam disini,” ungkap salah satu pegawai kebersihan PLI Suriyati (42) warga Desa Ulak Lebar, Kecamatan Lahat, Rabu (28/3).

Menurutnya, untuk membersihkan PLI ini, berjumlah enam orang dari warga Desa Manggul dan Ulak Lebar, dan Padang Lengkuas. Ibu tiga orang anak ini juga mengaku, cukup berat membersihkan Plaza Lematang Indah (PLI), karena, kebanyakan dari pengunjung masih membuang sampah sembarang tempat. Begitu juga, buang hajat, serta buang air kecil sembarangan saja, sehingga, ketika melintas anak tangga tersebut bau ancing sekali.

“Saat dibersihkan, kami menggunakan sikat. Akan tetapi, dikarenakan anak tangga itu sudah menghitam mengakibatkan susah untuk bersih seperti semula lagi. Semua itu, faktor utamanya bekas reruntuhan daun mahoni. Tidak itu saja, di beberapa titik plafon sudah mengalami kebocoran. Semula berwarna putih berubah menjadi hitam,” tambah Dewi warga Desa Padang Lengkuas.

Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Ir Ahmad Hartawan ST didampingi Qodra ST selaku Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan (PPTK) mengatakan, untuk di beberapa titik plafon di Plaza Lematang Indah (PLI) yang mengalami kebocoran sudah dilakukan perbaikan.

“Bahkan, saat ini kami merencanakan akan membeli Plafon anti bocor. Tujuannya, agar ketika hujan turun pengunjung tetap betah untuk duduk bersantai dengan keluarga. Untuk kotoran reruntuhan pohon mahoni kita juga sudah mempekerjakan bagian pembersihan, termasuk untuk jaga malam,” ungkap Hartawan.

Ketika disinggung wartawan, bagaimana pertanggungjawaban pihak kontraktor terhadap pembangunan mega proyek ini, serta apakah pantas pengerjaan yang menyedot dana dari APBD II Lahat dan CSR PTBA Tbk dengan total Rp 64 miliar hanya seperti ini pembangunannya. Ahmad Hartawan hanya memberikan senyuman lalu meninggalkan wartawan dengan dalih dirinya buru-buru, ada pekerjaan lain yang sudah menunggu.

Terpisah, Humas PTBA Tbk, Anis Puad ketika diminta komentarnya mengatakan, pihaknya hanya membantu Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lahat, melalui dana CSR PTBA Tbk, untuk merampungkan pengerjaan proyek Plaza Lematang Indah (PLI) tersebut.

“Untuk selanjutnya, terlepas proyek itu mengalami kerusakan ataupun lain sebagainya tanggung jawab sepenuhnya pihak Pemda Lahat,” ungkapnya.

Dijelaskannya, tujuan PTBA Tbk mengucurkan dana puluhan Milyar melalui dana CSR ini, agar pembangunannya bias bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Lahat. Selain dijadikan tempat Kuliner juga bias menjadi lokasi wisatawan.

“Maka dari itu, dengan diresmikannya Plaza Lematang Indah yang terletak di pinggiran Sungai Lematang dapat dijaga serta memelihara dengan sebaik mungkin, juga dapat meningkatkan roda perekonomian. Karena PTBA Tbk turut ambil adil dalam rampungnya proyek tersebut,” pesan Anis dengan tegas. (14)

Rekomendasi Berita