oleh

Baru 60 Guru PAUD Kantongi Sertifikat Diklat Dasar

Ketua Himpaudi Musi Rawas, Nila
“Mengajar di PAUD ini tidak bisa main-main. Ibarat rumah, PAUD itu pondasinya. Kalau di PAUD pondasi anak tidak tertanam dengan baik dan kokoh, baik akhlak, akademik maupun non akademiknya. Maka keberlangsungan anak dalam proses pendidikannya tidak begitu maksimal.”

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Untuk mendidik anak-anak di 297 PAUD se-Kabupaten Musi Rawas, ada sekitar 350 guru yang mengabdi. Dari jumlah itu, hanya 60 guru yang sudah memiliki Sertifikat Diklat Dasar.

“Dari 60 orang itu, 40 orang sudah mengikuti Diklat Dasar tahun 2012 lalu. 20 Orang mengikuti Diklat 2017 ini. Dalam pendidikan PAUD, Sertifikat Diklat Dasar itu sangat penting, layaknya Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi pengendara. Sertifikat Diklat Dasar jadi syarat wajib guru yang akan mengajar di PAUD,” jelas Ketua Himpunan Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi) Kabupaten Musi Rawas, Nila saat dibincangi Rabu (8/11).

Menurut Nila, Himpaudi akan mengupayakan seluruh guru PAUD bisa mengantongi Sertifikat Diklat Dasar ini. Hanya saja tidak bisa serentak.

“Karena kalau swadana butuh Rp 500 ribu per orang. Sebab tutornya bukan hanya dari pelatih lokal, namun biasanya ada dari Himpaudi Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan dari Dirjen PAUD. Dalam Diklat tersebut, peserta akan mendapatkan teori selama 48 jam, dan mandirinya (praktik lapangan) 200 jam. Usai praktik lapangan, guru wajib membuat makalah tentang kegiatan selama 200 jam itu. Baru keluar Sertifikat Diklat Dasar,” papar Nila.

Ia menegaskan, Diklat Dasar PAUD ini penting. Sebab mulai dari mengasuh anak normal, mengasuh anak ABK, mengetahui tumbuh kembang anak, membuat materi dan media pembelajaran diajarkan dengan seksama.

“Sebab mengajar di PAUD ini tidak bisa main-main. Ibarat rumah, PAUD itu pondasinya. Kalau di PAUD pondasi anak tidak tertanam dengan baik dan kokoh, baik akhlak, akademik maupun non akademiknya. Maka keberlangsungan anak dalam proses pendidikannya tidak begitu maksimal. Oleh karena itu, guru PAUD harus pintar. Bukan hanya jadi sarjana PAUD, tapi juga harus ikut Diklat,” imbuhnya.

Nila berkeyakinan, guru PAUD menentukan dalam menggali kecerdasan anak.

“Sebab 80 % pembentukan otak anak terjadi saat usia 0-8 tahun, kalau salah ya sudah. Mindset-nya juga terekamnya begitu. Makanya kualitas SDM PAUD perlu ditingkatkan,” jelasnya lagi.

Nila berharap, pemerintah Kabupaten Musi Rawas melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa bisa membantu proses ini.

“Karena di Dana Desa (DD) itu kan ada porsinya untuk pemberdayaan PAUD. Jadi saya sangat berharap, dari DD itu bisa memfasilitasi sedikit demi sedikit guru PAUD untuk bisa ikut Diklat dasar secara gratis. Ini baru kami rencanakan pengajuan proposalnya untuk tahun 2018. Semoga terealisasi,” harapnya.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita