oleh

Baru 6 % Sekolah yang Terakreditasi A

Abdul Kadir/Kabid Dikdas Disdik Muratara
“Untuk meningkatkan status akreditasi tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Muratara mengharapkan sekolah bisa melengkapi delapan Standar Nasional Pendidikan…”

LINGGAU POS ONLINE, MURATARA – Dari 146 sekolah di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), baru sembilan sekolah yang terakreditasi A. Informasi ini disampaikan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muratara Ratnawati melalui Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas), Abdul Kadir kepada Linggau Pos, Senin (25/6).

“Di Muratara ini, ada 123 SD dan 23 SMP. Namun, yang sudah mencapai Akreditasi A baru lima SDN 5 dan empat SMP,” tutur Abdul Kadir, kemarin.

Untuk SMP, yakni SMPN Karang Jaya, SMPN 1 Rupit, SMPN Sumber Makmur, dan SMPN Sungai Jauh.

Sementara tingkat SD, yang sudah terakreditasi A baru SDN Bumi Makmur, SDN Sumber Sari, SDN Biaro Baru, SDN 2 Karang Jaya dan SDN Pangkalan.

Dinas Pendidikan Kabupaten Muratara terus mendorong sekolah untuk meningkatkan status akreditasi.

Selama ini, untuk mencapai akreditasi A, sekolah-sekolah di Muratara banyak terkendala dari sisi kekurangan fasilitas.

Untuk meningkatkan status akreditasi tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Muratara mengharapkan sekolah bisa melengkapi delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Karena, Pengamat Pendidikan Prof Jalaluddin menerangkan akreditasi itu kegiatan penilaian kelayakan program atau satuan pendidikan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

“Nah, akreditasi sekolah/madrasah adalah proses penilaian secara komprehensif terhadap kelayakan satuan atau program pendidikan yang hasilnya diwujudkan dalam bentuk pengakuan dan peringkat kelayakan yang dikeluarkan oleh suatu lembaga yang mandiri dan profesional,” terangnya.

Komponen yang dinilai dalam akreditasi, kata Prof Jalaluddin meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian.

Menurut Prof Jalaluddin, sebenarnya status akreditasi sangat bermanfaat bagi satuan pendidikan, baik sekolah maupun madrasah.

Pertama, sebagai acuan dalam upaya peningkatan mutu dan rencana pengembangan satuan pendidikan tersebut.

“Status akreditasi juga bisa menjadi bahan informasi bagi bagi satuan pendidikan tersebut untuk mendapatkan dukungan dari pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta dalam hal profesional, moral, tenaga, dan dana,” terangnya.

Dan tidak menutup kemungkinan, tambah Prof Jalaluddin, semakin bagus status akreditasinya, menggambarkan kualitas layanan pendidikan di sekolah tersebut. Sehingga berefek pada peningkatan kepercayaan masyarakat untuk menitipkan putra-putri ke sekolah tersebut. (02)

Rekomendasi Berita