oleh

Baru 150 Bidan Berstatus ASN

MUSI RAWAS – Lebih dari 500 bidan mendedikasikan diri di Kabupaten Musi Rawas (Mura). Baik di rumah sakit, puskesmas maupun sebagai bidan desa. Dari jumlah itu, 150 orang lebih sudah berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Selebihnya masih Tenaga Kerja Sukarela (TKS).

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Mura yang juga Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Mura, Hj Suwarti kepada Linggau Pos, Minggu (3/2).

Menurutnya khusus bidan yang masih TKS, secara sukarela mereka memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Biasanya bidan TKS ini mengabdinya di puskesmas. Kadang mereka juga mengabdi di luar jam dinas, seperti di rumah. Kalau bidan desa mengabdinya sampai 24 jam,” tutur Suwarti.

Meski masih TKS, Suwarti memastikan bidan-bidan yang tugas di Kabupaten Mura sudah mumpuni dan profesional. Sebab semuanya sudah memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) yang diterbitkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Jadi setiap bidan itu harus punya STR dulu. Biasanya setelah lulus, mereka ikut uji kompetensi. Kalau lulus dapat STR. Kalau enggak lulus, ujian lagi. Kalau ujian kedua enggak lulus lagi, maka akan ada pembinaan dari IBI. Supaya lulus ujian untuk dapat STR,” terang Hj Suwarti.

STR, kata Hj Suwarti, hanya berlaku lima tahun. Setelah lima tahun, bidan wajib tes ulang untuk dapat memperpanjang STR.

Sementara Ketua IBI Kota Lubuklinggau, Nurmalina memastikan kota ‘Sebiduk Semare’ ini tidak kekurangan bidan. Saat ini anggota IBI Kota Lubuklinggau lebih kurang 400 orang baik bidan praktik mandiri, maupun sudah ASN di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau.

Bidan praktik mandiri sudah tersebar di 72 kelurahan, bahkan di satu kelurahan bisa mencapai lima bidan yang membuka praktik.

“Insya Allah tidak kurang, Lubuklinggau aman dengan akses yang mudah kebutuhan bidan masih bisa terpenuhi,” tegas Nurmalina.

Menurut Nurmalina, saat ini bukan kuantitas, tapi kualitas bidan yang harus menjadi perhatian.

Oleh sebab itu, pengurus IBI Kota Lubuklinggau kerap melakukan Monitoring Evaluasi (Monev) ke bidan praktik swasta khususnya bidan delima.

Tidak hanya itu minimal satu bulan sekali dilakukan pertemuan sesama anggota IBI Kota Lubuklinggau, dan pelatihan rutin atau MU.(lik/nia)

Rekomendasi Berita