oleh

Baru 12 Pasutri Laporkan Pernikahan

LINGGAU POS ONLINE, MUARA BELITI– Kesadaran warga non muslim di Kabupaten Kabupaten Musi Rawas (Mura) masih minim. Untuk melaporkan pernikahannya ke Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mura.

Terbukti dari Januari hingga Juni 2018 terungkap baru 12 Pasangan Suami Istri (Pasutri) melapor telah menikah.

Kepala Disdukpencapil Kabupaten Mura, Y Mory melalui Kabid Pencapil, Ayu Rahma mengatakan bahwa aktivitas administrasi pernikahan khususnya non muslim, sudah menjadi hal wajib. Serta mesti dilaporkan warga negara ke pemerintah melalui instansi Disdukcapil masing-masing daerah.

Ayu Rahma menyatakan tak kalah penting langkah tertib administrasi bertujuan untuk memperoleh pengakuan pernikahan secara negara.

“Jika kita melihat dari tahun 2010 hingga 2017 lalu, jumlahnya mencapai 812 Pasutri non muslim tercatat melaporkan pernikahan,” jelas Ayu Rahma kepada Linggau Pos, Selasa (3/7).

Lebih lanjut Ayu, sapaannya menyebutkan saat pelaksanaan pelaporan pernikahan bagi non muslim, semua tidaklah sulit dilakukan. Di mana, semuanya masyarakat Pasutri bersangkutan datang ke kantor pelayanan dengan menyiapkan persyaratan yang sudah ditetapkan.

“Mengisi formulir pencatatan perkawinan diketahui Kades, lalu melampirkan surat nikah dari gereja atau pemuka agama yang dilegalisir dan akta kelahiran suami istri,” papar perempuan ini.

Ditambahkan Ayu, minimnya laporan selama ini masyarakat belum tahu laporan pernikahan itu penting. Sehingga banyak tidak melaporkan pernikahan mereka ke kantor Disdukcapil.

“Ya, dengan kesempatan ini kita menghimbau bagi seluruh masyarakat Mura, terutama bagi Pasutri Non Muslim telah menikah secara agama untuk segera melaporkan, mendaftar diri ke kantor kita guna dilakukan pencatatan,” imbaunya.

Terpisah, Yozi (26) warga Kecamatan Purwodadi saat melaporkan diri ke Disdukcapil mengatakan bahwa banyaknya warga malas melaporkan diri ke Disdukcapil terkendala jauhnya jarak, antara tempat tinggal dengan lokasi untuk melapor.

Kemudian banyak juga masyarakat tidak mengetahui manfaat melapor pernikahan ke Disdukcapil.

“Saya berharap Disdukcapil melakukan ‘jemput bola’ ke setiap desa dan kecamatan. Agar masyarakat yang belum melaporkan pernikahan dapat melaporkan,” harap Yozi.(04)

Rekomendasi Berita