oleh

Barang Berharga Milik Pasutri Masih Utuh

LINGGAU POS ONLINE, CURUP – Tragedi berdarah mengakibatkan pasangan suami istri (Pasutri) tewas mengenaskan di dalam rumahnya di Desa Cawang Lama, Kecamatan Selupu Rejang masih diselidiki polisi Mapolres Rejang Lebong. Belum diketahui pasti motif pembunuhan, apakah murni perampokan atau motif lainnya.

Dikonfirmasi, Kapolres Rejang Lebong, AKBP Napitupulu Yogi mengaku jajarannya masih mencari informasi terkait peristiwa terbunuhnya dua orang Pasutri.

“Kita masih lidik, informasinya barang berharga masih utuh, nanti kalau ada perkembangan saya sampaikan,” ungkap singkat Kapolres saat dikonfirmasi di Polres Rejang Lebong, Rabu (13/12).

Terpisah, Ishak (41) anak ke-6 korban dari 7 bersaudara saat memberikan keterangan pada wartawan menduga ada barang berharga yang hilang, meski masih ada barang berharga seperti uang yang ada di rumahnya masih ditemukan.

“Memang ada kotak yang terbuka, kebiasaannya memang ada nyimpan uang di kotak itu,” akunya.

Meski tidak mengetahui jumlahnya, namun diperkirakan ada sekitar Rp 1 juta. Kemungkinan, katanya, sebelum terbunuh, pelaku memaksa korban untuk mengaku di mana korban menyimpan uang, namun korban tidak menunjukkannya.

“Kalau yang masih ada sekitar Rp 90 juta lebih, sejauh ini tidak ada dendam atau keributan yang terjadi,” katanya.

Sementara itu, menurut keterangan sejumlah warga di sekitar Desa Cawang Lama, Kecamatan Selupu Rejang, korban memang dikenal sangat baik dan ramah dengan orang lain.

Bahkan, korban termasuk tokoh masyarakat dan sering menjadi Imam masjid.

“Kalau orangnya baik, korban juga selain menjual manisan juga sering jual beli kopi dan padi,” ungkap warga yang enggan disebutkan namanya.

Pantauan Linggau Pos, rumah korban pembunuhan meski berada di kawasan padat penduduk terlihat lengang dan diberi garis polisi (police line). Sementara para pelayat dan warga yang ikut berduga berada disalah satu rumah anaknya tak jauh dari rumah duka.

Bahkan Wakil Bupati Rejang Lebong, Iqbal bastari bersama Sekda Rejang Lebong, RA Deny sempat mendatangi rumah duka.

“Saya atas nama pribadi maupun pemerintah ikut berduka cita dan saya minta ini disikapi secara jernih dan diserahkan pada penegak hukum dan jangan saling curiga,” harap Wabup.

Menurut Wabup, saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dengan mencari pelakunya.

“Harapan kita yang dicari segera ditemukan atau menyerahkan diri. Kami yakin polisi akan menyikapi dengan serius,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Pasutri Zailani (72) dan Hajima (68) ditemukan tewas mengenaskan dengan bersimbah darah di rumahnya pada Selasa pagi (12/12). Keduanya tewas dengan sejumlah luka bekas benda tumpul dan senjata tajam di tubuhnya.

Saat ditemukan, posisi Zailani tergeletak di lantai dengan ditutup selimut, sementara sang istri berada di kamar. Belum diketahui motif pembunuhan sadis ini, namun petugas Polres Rejang Lebong terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita