oleh

Bapas Curup Tangani 89 ABH

LINGGAU POS ONLINE – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Curup yang membawahi tiga kabupaten yakni Rejang Lebong, Lebong dan Kepahiang saat ini menangani 89 Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).

“Saat ini untuk Bapas Bengkulu sudah melakukan pembentukan zonasi provinsi, untuk Bapas Curup saat ini menangani tiga kabupaten yakni Rejang Lebong, Lebong dan Kepahiang,” kata Pelaksana Petugas Pos Bapas Curup, A Mihardi, Jumat (6/9).

Dijelaskan Mihardi, Bapas melakukan pembinaan dan bimbingan terhadap ABH maupun klien dan melakukan pendampingan terutama pada anak pelaku kejahatan.

“Kalau Bapas itu untuk pembinaan di luar, kalau Lapas pembinaan untuk di dalam,” jelasnya.

Dari tiga Kabupaten Lebong, Rejang Lebong dan Kepahiang, terhitung Januari hingga Agustus ini ABH yang ditangani saat ini berjumlah 89 orang dan jumlah tersebut

menurun dari tahun sebelumnya. Rinciannya jumlah ABH yang ditangani sebanyak 17 kasus untuk Rejang Lebong, Kepahiang sebanyak 51 kasus dan Lebong sebanyak 21 kasus.

Dari sekian ABH yang ditanganinya, rata-rata yang dilakukan pembinaan tersebut didominasi dalam kasus pencurian, dan ada juga terlibat dalam kasus asusila dan narkoba.

“Kalau dominasinya pada kasus pencurian,” jelasnya.

Dalam penanganannya ABH ini ada yang dilakukan pembinaan di LPKS Bengkulu ada juga yang berada di lembaga anak lainnya. Tapi, mereka menjalani proses peradilan tetap berada masih di Curup, tapi kalau sudah selesai putusan peradilan, mereka dikirim ke LPKA Bengkulu.

Para ABH ini, terus mendapatkan pelatihan baik dari Dinas Sosial dengan memberikan keterampilan seperti peternakan, pertukangan, dan keterampilan lainnya untuk

mendidik anak-anak agar tidak kembali terjerumus dalam hal-hal negatif. Untuk pembinaan akhlak, Bapas juga melakukan kerjasama dengan Kementerian Agama

(Kemenag) dengan memberikan tausiah, kerohanian dan bimbingan mental seperti tata cara salat dan lainnya. Dalam penanganan anak ini, pemerintah daerah dan pihak terkait termasuk Dinsos sudah berperan aktif dengan terus memberikan sosialisasi

pada masyarakat terkait ABH ini, dengan harapan tidak ada anak yang berhadapan dengan hukum. Namun, peran orang tua sangat penting agar anak-anak terhindar dari hal-hal yang berkaitan dengan hukum, salah satunya dalam hal pengawasan dalam perilaku kehidupan sehari-harinya.

“Peran orang tua yang sangat penting terhadap perilaku anaknya,” jelasnya.

“Laporan Syamsul Ma’arif”

Rekomendasi Berita