oleh

Banyak Tantangan Dihadapi

LINGGAU POS ONLINE- Hari ini Kota Lubuklinggau genap berusia 18 tahun. Banyak perubahan dirasakan masyarakat di berbagai bidang. Khususnya sejak kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe-H Sulaiman Kohar (Nansuko). Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kota Lubuklinggau merupakan tahun kedua masa kepemimpinan Nansuko setelah menyelesaikan lima tahun periode pertama.

Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe mengakui ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam membangun kota berslogan ‘Sebiduk Semare’. Pertama tantangan terbesarnya saat ini menyosialisasikan semua program-program pemerintah, ke seluruh kalangan masyarakat. Untuk menjawab tantangan ini, ia memegang moto banyak bicara, banyak kerja dan banyak karya.

“Ya upaya kita banyak-banyak bicara. Sosialisasikan dan berikan pemahaman ke masyarakat apa yang akan kita lakukan, dan dampaknya ke masyarakat apa,” jelas Nanan sapaan H SN Prana Putra Sohe.

Tantangan kedua, bagaimana menyediakan infrastruktur dasar ke masyarakat, mulai dari jalan, listrik hingga air. Ini juga menjadi tantangan pemerintah, mengingat luas Kota Lubuklinggau cukup besar, nomor 16 se-Indonesia.

“Sementara APBD kita kecil, PAD kita kecil. Upaya pemerintah ya menyiasati anggaran yang ada. Alhamdulillah untuk jalan teratasi, bahkan jalan lingkar utara dan selatan sudah bagus, jalan kota juga sudah bagus. Kalaupun masih ada yang jelek, tidak sampai 10 persen lagi. Begitupun dengan listrik, sudah terpenuhi,” tegas Nanan.

Tantangan selanjutnya ungkap Nanan, peningkatan pelayanan PDAM. Ia yakin, akhir 2019 ini pelayanan PDAM TBS semakin optimal.

“Karena resevoar yang baru sudah kita bangun, begitu juga dengan rumah pompa sudah ada. Insya Allah akhir tahun ini dioptimalkan, sehingga pelayanan PDAM semakin maksimal,” tegasnya.

Terpisah Bupati Musi Rawas (Mura) H Hendra Gunawan mengucapkan selamat ulang tahun ke-18 kepada Kota Lubuklinggau. Sebagai daerah induk, merasa senang dan bahagia dan bersyukur, karena Kota Lubuklinggau mengalami kemajuan yang sangat signifikan, dan sudah bertransformasi menjadi salah satu kota metropolis, kedepan dapat terwujud.

“Tentunya, sebagai daerah induk kota turut bangga dengan kemajuan yang dialami Kota Lubuklinggau,” kata Hendra Gunawan, Rabu (16/10).

Bahkan, sebagai induk sekaligus daerah yang berbatasan langsung dengan Kota Lubuklinggau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura mendukung program-program yang dilakukan Pemkot Lubuklinggau, dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.

Termasuk, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena banyak orang dari Kabupaten Mura menetap di wilayah Kota Lubuklinggau, begitupun sebaliknya. Sebab, dua daerah ini awalnya satu.

Hal senada disampaikan Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) H Syarif Hidayat. Ia mendoakan agar cita-cita untuk mewujudkan Kota Lubuklinggau Metropolis Madani bisa segera terwujud.

Lubuklinggau saat ini sudah jadi kota terbesar kedua di Sumsel, setelah Palembang. Ia berharap dengan potensi ini, Lubuklinggau bisa makin maju, masyarakatnya sejahtera.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono mengakui perkembangan Kota Lubuklinggau sangat luar biasa.

“Saat saya dinas di Lubuklinggau sekitar tahun 2002, kota ini masih sangat sepi. Tapi pada usia ke-18 tahun ini luar biasa, saya terkaget-kaget. Dan harus lebih baik ke depannya, lebih maju dan lebih sejahtera masyarakatnya,” tutur Dwi.

Terkait dengan keamanannya, sebagai anggota Polri wajib mendukung dan menyukseskan program pemerintah yaitu menjadikan Lubuklinggau kota wisata, kota tujuan. Tentunya peran dari Polri memberikan jaminan keamanan, masyarakat yang tinggal di Lubuklinggau maupun yang singgah di Lubuklinggau.

Oleh karena itu, dengan jaminan keamanan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, orang yang datang tidak takut, sehingga kesejahteraan orang Lubuklinggau akan meningkat.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lubuklinggau, Hj Zairida mendoakan semoga Kota Lubuklinggau semakin sukses dan jaya dalam melaksanakan pembangunan di segala bidang. Tujuannya, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena itu salah satu permasalahan yang harus disikapi oleh setiap daerah, termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau. Sebab, berdasarkan pengamatan dirinya, Kota Lubuklinggau merupakan salah satu kota besar, terutama di wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

“Saya berharap kedepan Kota Lubuklinggau bisa menjadi ibu kota provinsi baru pemekaran dari Provinsi Sumsel, baik Provinsi Sumsel Bagian Tengah, atau Sumsel Bagian Barat,” harap Zairida.

Hal senada disampaikan Dandim 0406 MLM, Letkol Inf M A’an Setiawan.

Menurut A’an, seperti kita manusia bahwa umur yang ke-18 tahun bahwa Kota Lubuklinggau sudah dewasa, masyarakatnya tambah dewasa dengan kepemimpinannya lebih dewasa dan kedepannya semoga masyarakat Kota Lubuklinggau lebih sejahtera dan pejabat bekerja lebih profesional sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Menurut Dandim, dari 12 program prioritas masa kepemimpinan Nansuko sudah terbukti seperti membuka lapangan pekerjaan buat SDM khususnya SDM yang ada di Kota Lubuklinggau dengan membangun pabrik serai wangi dan pabrik plywood.

“Pemkot Lubuklinggau sangat mendukung kami selaku TNI untuk mempelancar tugas kita serta mendukung tujuan kami dalam menjaga keamanan di Kota Lubuklinggau. Bahkan rencananya akan dibangun barak atau tempat pelatihan para tentara masuk Kodim. Maka nantinya Kodim yang ada di Kota Lubuklinggau jadi percontohan Kodim yang ada di Sumsel,” terang Dandim.

Ketua DPRD Kota Lubuklinggau, H Rodi Wijaya menyampaikan pihaknya sangat mendukung semua kegiatan Pemkot Lubuklinggau. Termasuk dengan rangkaian acara peringatan Hari Jadi Kota Lubuklinggau ke-18. Namun dirinya berharap agar semua pihak dapat memaklumi kondisi gedung DPRD yang belum selesai pembangunannya.

“Selamat HUT ke-18 Kota Lubuklinggau. Semoga Kota Lubuklinggau semakin berkembang,” ucap Rodi.

Kepala Kantor Kemenag Kota Lubuklinggau, Drs H Azhari Rahardi, M.Si mengucapkan selamat ulang tahun ke-18 kepada Kota Lubuklinggau. Dirinya berharap pada usia ke-18 Kota Lubuklinggau semakin maju.

“Semoga seluruh instansi yang ada tetap kompak dan kuat agar tidak ada ruang gerak untuk radikalisme. Supaya Kota Metropolis Madani yang dicita-citakan bersama dapat terlaksana sebelum waktunya,” ungkapnya.

Tiga Program Unggulan Terealisasi

Sementara itu pada periode kedua pasangan Walikota dan Wakil Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe- H Sulaiman Kohar (Nansuko) mempunyai visi “Terwujudnya Lubuklinggau Sebagai Kota Metropolis yang Madani”. Visi tersebut akan dicapai melalui 4 misi, yaitu mewujudkan sumber daya manusia berakhlak, berkualitas dan berkarakter, meningkatkan daya saing ekonomi dan kesejahteraan sosial, meningkatkan infrastruktur daerah berwawasan lingkungan serta meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Dalam mencapai visi misi yang mereka canangkan, tentunya diperlukan strategi dan program-program prioritas yang mendapat perhatian lebih. Ada 12 kegiatan prioritas akan dilaksanakan dengan 3 kegiatan unggulan. Yakni membuat lembaga keuangan berbasis di masjid, Masjid Makmur Rakyat Sejahtera (Marase), pengembangan industri hilir/pengolahan, serta pembangunan danau dan pantai buatan.

“Alhamdulillah, dalam rentang waktu 1 tahun terakhir, 3 kegiatan unggulan telah mulai dilaksanakan dan hampir seluruh kegiatan prioritas telah kami laksanakan,” ungkap Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe didampingi Wakil Walikota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar.

Adapun 12 program yang akan dijalankan pada masa kepemimpinan Nansuko Jilid 2, diantaranya pemberdayaan tempat ibadah. Program ini telah dicanangkan program Marase (Masjid Makmur Rakyat Sejahtera), yakni membuat lembaga keuangan berbasis di masjid. Meskipun secara umum kegiatan ini masih dalam tahap sosialisasi, namun beberapa masjid sudah menyambut baik dan memulai program ini secara mandiri.

“Harapan kita, masjid-masjid yang ada di Lubuklinggau ke depannya nanti tidak lagi memikirkan pembangunan fisik masjid karena masjid-masjid sudah dalam kondisi yang baik, tetapi juga dapat mengelola keuangannya dalam rangka memakmurkan masyarakat,” terang Nanan sapaan H SN Prana Putra Sohe.

Lalu program pemberdayaan organisasi kemasyarakatan. Selain konsisten memberikan bantuan kepada organisasi kemasyarakatan berupa pendanaan, tahun ini Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau juga memberikan bantuan berupa mobil jenazah, kendaraan operasional serta bus untuk santri. Kemudian program pencegahan korupsi. Saat ini Pemkot Lubuklinggau sedang membangun smart city dengan membuat serta mengintegrasikan aplikasi yang sudah ada dan digunakan dalam pelayanan masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Dengan SPBE diharapkan potensi munculnya korupsi dapat dicegah.

“Pembangunan smart city ini kami laksanakan secara bertahap dengan pola tahun jamak,” tegas Nanan. (Baca Grafis 12 Program Kerja Nansuko Jilid 2).

Ditambahkan Nanan, tahun ini Pemkot Lubuklinggau telah menyelesaikan penyerahan aset. Yakni dari Pemerintah Kabupaten Musi Rawas sebagai kabupaten induk kepada Pemkot Lubuklinggau. Kemudian permasalahan lahan dengan PT Cikencreng di Kelurahan Petanang juga telah dilakukan perdamaian.

“Alhamdulillah, kami juga telah menyelesaikan permasalahan lahan dengan PT KAI,” ujar Nanan.

Pada peringatan hari jadi ke-18 Kota Lubuklinggau Nansuko mengangkat tema “Dengan Semangat Hari Jadi ke-18 Kota Lubuklinggau, Mari Kita Sukseskan Ayo Ngelong ke Lubuklinggau 22-2-22”.

Ayo Ngelong ke Lubuklinggau 22-2-22 merupakan sebuah program untuk mempromosikan Kota Lubuklinggau. Caranya mengajak masyarakat di Sumatera Selatan khususnya dan seluruh Indonesia pada umumnya berkunjung dan berkegiatan di Kota Lubuklinggau. Angka 22-2-22 merepresentasikan tanggal 22 bulan 2 tahun 2022, yang akan menjadi momentum bersejarah dilaksanakannya program ini.

“Pada tahun 2022 nanti, kami akan mengadakan kegiatan berskala regional dan nasional sepanjang tahun, termasuk dukungan terhadap berbagai acara non pemerintah yang insya Allah akan kami dukung sepenuhnya, termasuk di dalamnya dukungan anggaran,” jelas Nanan.

Nanan optimis Kota Lubuklinggau mempunyai potensi dan kemampuan lebih dari cukup untuk mendukung program tersebut. Apalagi akses transportasi, akomodasi, wisata dan kuliner sudah tersedia dan mampu menampung ribuan orang yang diharapkan berkunjung serta berkegiatan di Kota Lubuklinggau.

Laporan Budi Santoso/rls/Aan Sangkutiar/Sulis/Herwinda/Apriyadi/Qory/Riena

Rekomendasi Berita