oleh

Banyak Nyalon, Diduga Tak Ada Incumbent

LINGGAU POS ONLINE, LAHAT – Banyaknya calon kepala daerah baik jalur perseorangan maupun partai politik muncul sebagai bakal calon bupati (Cabup) maupun calon wakil bupati (Cawabup) disebabkan berbagai faktor. Di antaranya tidak ikutnya incumbent karena telah dua periode.

“Sehingga, ini dimanfaatkan dan menjadi motivasi tersendiri bagi calon lain yang potensial, untuk muncul,” kata penggiat lingkungan hidup Ketua Ormas Plantari, Sanderson Syafe’i di kantornya, Jumat (1/12).

Menurut dia, bisa jadi ini merupakan strategi untuk ‘mengawinkan’ irisan kekuasaan di beberapa wilayah, dengan pusat kekuasaan yang selama ini tersentral di sekitar Lahat.

Dengan banyaknya bakal calon yang muncul dari putra daerah, diharapkan akan mendulang dan memperkuat suara bagi pihak tertentu, siapa pun nanti calon yang akan muncul.

“Pada pemilihan bupati lalu, tingkat partisipasi di Lahat, tak begitu tinggi. Dengan banyaknya bakal calon dari wilayah asal calon, diharapkan itu akan menarik partisipasi pemilih di sekitar wilayah tersebut,” ujarnya.

Ditambahkan, semakin banyaknya bakal calon yang muncul, itu semakin baik.

Menurut dia, ada keuntungan kompetitif, dengan munculnya putra daerah menjadi bakal calon bupati maupun wakil bupati.

“Karena, tentunya putra daerah yang maju, akan menampilkan hasil kinerja dan inovasi-inovasi terbaik di level bidang keahliannya,” ucap penggiat Transparansi Publik ini.

Ditandaskan, hasil kinerja dan inovasi terbaik di bidang masing-masing calon menjadi modal penting pada kandidat untuk berkontestasi. Sementara, modal itu penting harus direproduksi mereka, berdasarkan basis kinerja nyata, bukan sekadar pencitraan.

“Dengan basis kinerja yang baik selama ini, maka kandidat akan semakin mudah untuk mengerek elektabilitasnya” tandasnya.

Ditambahkan Sanderson, jika para kandidat tak punya basis kinerja yang baik di dilakukan yang dipimpin saat ini, maka itu akan menjadi bumerang.

“Yang akan pertama mengkritik keikutsertaan mereka dalam kontestasi pemilihan bupati, adalah rakyat yang pernah mereka pimpin, jika para kandidat ini tak bisa menunjukkan hasil kinerja terbaik,” imbuh dia.

Artinya, jika mereka terlihat lalai dalam mengemban tugasnya selama ini, justru itu akan berpotensi menggerogoti suara dari masyarakatnya sendiri, yang merasa kecewa atas kepemimpinan mereka para kandidat. “Calon yang punya kinerja baik akan cepat populer, pun sebaliknya,” tutur dia. (02)

Komentar

Rekomendasi Berita