oleh

Banyak Meubelair Rusak

Kepala SMP Negeri 1 Lubuklinggau, Yani Jinawar
“Banyak kursi yang sebenarnya sudah tidak layak digunakan. Dan SMP Negeri 1 Lubuklinggau sudah mengusulkan itu kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)….”

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Kekurangan meubelair terjadi di SMP Negeri 1 Lubuklinggau. Di sekolah yang memiliki 1.059 siswa itu, 150 lebih kursi peserta didiknya rusak.

“Kalau pengadaan belum ada anggarannya. Kami sudah pesan 50 set. Tapi belum dibayar. Itu kursi kayu. Nah, yang rusak-rusak ini sementara direhab dulu. Kalau pengadaan kursi plastik, tidak kami lakukan. Karena tidak awet juga,” kata Kepala SMP Negeri 1 Lubuklinggau, Yani Jinawar kepada Linggau Pos, Kamis (2/11).

Yani menyadari, banyak kursi yang sebenarnya sudah tidak layak digunakan. Dan SMP Negeri 1 Lubuklinggau sudah mengusulkan itu kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

“Kalau ada bantuan meubelair, kami sangat butuh. Rencananya nanti kalau BOS cair per triwulan itu akan kami gunakan Rp 2,5 juta-Rp 3 juta untuk belanja meubelair. Jadi memang pembayarannya tidak serentak. Untuk sementara pesan 50 set dulu. Bertahap. Karena kalau menunggu bantuan, lama. Kasihan anak kalau belajar tidak nyaman gegara kursi rusak,” jelas Yani.

* Beberapa Ruangan Rusak Berat

Selain meubelair, sekolah lain seperti SMP Negeri 7 Lubuklinggau juga mengalami masalah infrastruktur. Sebagian ruang-ruang di sekolah ini rusak berat.

“Kami butuh rehab ruang guru, ruang TU, ruang perpustakaan, dan ruang Laboratorium IPA. Sebenarnya sebelum terjadi puting beliung pun sudah rusak berat,” jelas Kepala SMP Negeri 7 Lubuklinggau Darmansyah.

Menurut Darmansyah, pihaknya telah mengajukan kebutuhan rehab itu ke Disdikbud.

“Saya berharap Disdikbud memprioritaskan kami,” jelasnya.(AE02)

Komentar

Rekomendasi Berita