oleh

Bantu Walikota Majukan Olahraga di Kota ‘Sebiduk Semare’

 Program Unggulan Dispora Lubuklinggau Tahun 2017

DINAS Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Lubuklinggau sukses besar dalam menjalankan sejumlah program kerjanya selama 2017. Keberhasilan ini tentu tak terlepas dari arahan Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe dan Wakil Walikota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar, kepada Kadispora, H Surya Darma.

Sehingga berhasil membawa nama Kota Lubuklinggau, bisa lebih dari kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Surya Darma sejak dilantik oleh Walikota pada 30 Desember 2016 lalu, telah bertekad untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kota Lubuklinggau. Mantan staf Ahli Walikota Bidang Pembangunan ini mengingat benar apa yang dikatakan Walikota agar dapat memajukan olahraga di Bumi Sebiduk Semare ini. Alhasil dengan tekat yang bulat membuat Surya Darma bersama staf terus berupaya untuk memberikan yang terbaik, dengan meluncurkan program-program yang bersentuhan langsung dengan bidang pemuda dan olahraga.

“Saya selaku Kadispora diamanahkan oleh Walikota untuk membantu dalam rangka memajukan olahraga di Kota Lubuklinggau. Alhamdulillah, sejumlah program kerja sudah dilaksanakan tahun 2017, dengan dananya di samping sudah dianggarkan tahun 2017 juga dimasukkan dalam pergeseran 2017, dan dana yang berasal dari APBN,” terang Surya Darma di ruang kerjanya, Senin siang (8/1).

Salah satu keberhasilan nyata tahun lalu, pada Porprov ke-17 kontingen Kota Lubuklinggau masuk 5 besar dari 24 Cabang Olahraga (Cabor) yang diikuti. Keberhasilan ini di luar dugaan, karena berkat kerja keras bisa unggul dari dua tahun sebelumnya yang hanya masuk ke peringkat 11 dari kabupaten/kota se-Sumsel. Dan, ini sangat disyukuri sekali oleh Surya Darma.

Bicara soal kegiatan, Surya Darma menyebutkan event yang sudah dilaksanakan pihaknya. Antara lain Kejuaraan Biliar Tingkat Nasional dilaksanakan di Kota Lubuklinggau pada 7 April 2017 di Lippo Plaza Lubuklinggau. Peserta kejuaraan ini diikuti atlet Biliar nasional dan internasional. Selanjutnya, Kota Lubuklinggau kedatangan Tim Nasional Galanita pada 1 April 2017. Tim ini menjadikan Lubuklinggau sebagai homebase atau pusat latihan untuk pemain Galanita U 15 tahun.

“Tim ini berada di Lubuklinggau sampai dengan 5 Mei 2017, dan selama 1 bulan 10 hari siapkan untuk lomba di Laos,” papar Surya Darma menyebutkan banyak manfaat dengan datangnya tim Galanita tersebut, karena pemain lokal dapat belajar dengan pemain Galanita tersebut, karena dijadikan homebase sebagai tempat berlatih.

Berbagai kegiatan telah dilaksanakan Dispora. Diakui Surya Darma program selama 2017 disaksikan masyarakat langsung. Seperti kejuaraan sepakbola Walikota Cup Tingkat Kota Lubuklinggau dilaksanakan di dua tempat, dengan pembukaan dilaksanakan di Lapangan Tembak oleh Walikota Lubuklinggau. Dan ditutup di lapangan Sport Center Petanang. Kejuaraan sepakbola ini sendiri sukses dihelat, dan menjadi tontonan menarik untuk warga Kota Lubuklinggau yang gandrung dengan sepakbola. Event lain yang menyita perhatian Kejuaraan Pencak Silat Walikota Cup pada 23 Mei 2017 dibuka Walikota juga dihadiri Ketua IPSI Kota Lubuklinggau Hj Yetti Oktarina Prana, dan ditutup kembali oleh Walikota disaksikan undangan, atlet dan masyarakat.

Tak hanya piawai di bidang prestasi dan event, ternyata Dispora tahun 2017 menerima sejumlah bantuan. Seperti bantuan dari pemerintah pusat berupa program pembudayaan olahraga. Nama kegiatan yang dibantu ini berupa Gala Desa atau Gala Kelurahan, dan ini rupanya event unggulan dari Kemenpora RI.

“Di Liga Desa/Liga Kelurahan ini Lubuklinggau melaksanakan pertandingan untuk Cabor Sepakbola, Sepak Takraw, Voli, Tenis meja, dan Bulutangkis. Sekedar diketahui ini merupakan program kerja Kemenpora yang melibatkan anak-anak bawah usia 21 tahun, dengan pesertanya berasal dari utusan kelurahan. Hal membanggakan ternyata se-Indonesia hanya Kota Lubuklinggau yang mendapatkan Liga Desa ini, artinya di sini ada pendekatan dari kita hingga bisa melaksanakan event ini,” papar Surya Darma.

Event Liga Desa/Liga Kelurahan berhasil dihelat, dan menyedot perhatian masyarakat luas, tak hanya di lokal tetapi regional dan nasional.

Tahun lalu, Kota Lubuklinggau mendapatkan kesempatan dilalui Goes Touring Pesona Nusantara. Tepatnya pada 19 Juli 2017.

Menurut Surya Darma, suatu kebanggaan mereka masuk Lubuklinggau disambut Walikota dan FKPD serta penggemar goes Lubuklinggau yang diajak berkeliling kawasan kota.

“Goes Touring Pesona Nusantara ini memiliki efek meningkatkan wisata nasional, di mana peserta menjelajah hingga 5.000 Km dari Sabang sampai dengan Magelang. Saat mereka berada di sini, kita ajak melihat objek wisata. Mereka pun diperkenalkan wisata andalan Lubuklinggau khususnya ke komunitas Goes Nasional dan Internasional. Informasi yang saya dapatkan, hasil kunjungan mereka itu dimasukkan ke dalam buku untuk selanjutnya akan dipromosikan ke masyarakat luas, hingga wisata Lubuklinggau terkenal luas masyarakat Indonesia” jelas Surya Darma panjang lebar, dan ia menyebutkan pada saat bersamaan, dilakukan pembukaan kejuaraan nasional dan internasional Mountain Bike di kawasan Bukit Sulap.

Peserta Mountain Bike ini merupakan atlet nasional dan internasional yang berkelas.

Seterusnya, Surya Darma menyatakan pada 30 Juli 2017, Kota Lubuklinggau kedatangan Menpora, Imam Nahrawi. Saat itu Menpora memperkenalkan senam Poco-poco Nusantara. Di sela-sela kunjungan Menpora bersama Walikota juga melaksanakan arung jeram di Sungai Kelingi. Diungkapkan Surya Darma, suatu kebanggaan Menpora datang ke Lubuklinggau dengan melihat potensi yang ada di Kota Lubuklinggau, termasuk prestasinya. Ya di tahun 2017 lalu, pemuda berprestasi khususnya Paskib yang laksanakan upacara kenegaraan 17 Agustus berhasil di tingkat provinsi. Lima orang Paskib terbaik asal Lubuklinggau terpilih menjadi Paskib Provinsi Sumsel. Dan ini suatu sejarah untuk Kota Lubuklinggau, apalagi pembawa baki atas nama Seren di hadapan Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin pada upacara detik-detik 17 Agustus. Menurut Surya Darma, hasil seleksi Paskibraka ini memang serius dikerjakan pihaknya, dan ini sesuai dengan ketentuan ditetapkan Kemenpora.

Dan, tak hanya di bidang kepemudaan saja, Dispora juga membentuk Pasukan Jihad Anti Narkoba (Jinak) sebanyak 5500 orang. Hingga memecahkan rekor MURI dengan menghadirkan Kepala BNN Budi Waseso hadir pada 17 Oktober di Taman Kurma Masjid Agung As Salam Lubuklinggau. Keberhasilan ini tentu berkat atensi dari Walikota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe selaku Ketua Jihad, dengan Sekretaris Surya Darma. Dengan pelantikan Jihad ini banyak penggiat narkoba di Lubuklinggau, hingga berdampak dengan banyak oknum pemakai narkoba hingga pengedar yang ditangkap pihak BNN.

Dengan pencapaian ini, Surya Darma optimis tahun 2018 berbagai kegiatan akan dilaksanakan kelak, memiliki manfaat dan berguna bagi masyarakat Kota Lubuklinggau. Hingga membawa nama baik Lubuklinggau sampai ke kancah nasional dan internasional. (01)

Komentar

Rekomendasi Berita