oleh

Bantu Larikan Pembunuh Dedek, Ari Divonis 3 Tahun

LINGGAUPOS.CO.ID- Majelis Hakim pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau memvonis terdakwa Ari Munandar alias Ari (28) dengan hukuman tiga tahun penjara. Vonis itu dibacakan Ketua Majelis Hakim Andi Barkan dibantu Hakim Anggota Lina Safitri dan Ferdian Martin dengan Panitera Pengganti (PP) Ahmad Irpansih, Selasa (9/3) sore.

Vonis yang dijatuhkan kepada terdakwa lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebab sebelumnya, JPU Kejari Lubuklinggau, Zubaidi menuntut terdakwa dengan empat tahun penjara.

Terdakwa yang kesehariannya supir pengampas roti ini disidangkan karena ikut menjual motor milik korban perampokan dan pembunuhan berencana, Abdie Haqim Perdana alias Dedek (15), warga B Srikaton, Kecamatan Tugumulyo.

Ketua Majelis Hakim, Andi Barkan dalam vonisnya mengungkapkan, berdasar fakta persidangan, terdakwa secara sah melanggar Pasal 480 ke-2 KUHPidana tentang penadah atau menjual barang hasil kejahatan dan Pasal 221 ayat 1 ke 1 KUHP tentang menyembunyikan, membawa tersangka melarikan diri, maka terdakwa divonis dengan hukuman tiga tahun penjara.

Andi Barkan menegaskan, hal yang memberatkan terdakwa Ari Munandar ikut menjual dan menikmati keuntungan hasil kejahatan, menyembunyikan tersangka yang melakukan kejahatan dan meresahkan masyarakat. Sedangkan yang meringankan, belum pernah dihukum dan bersikap sopan dan jujur di persidangan.

Ketua Majelis Hakim, Andi Barkan lalu bertanya kepada terdakwa atas vonis tersebut.

Pertanyaan hakim itu dijawab terdakwa dengan pikir-pikir. Begitu juga dengan JPU yang nyatakan pikir-pikir.

Atas nyatakan pikir-pikir Ketua Majelis Hakim, Andi Barkan memberikan waktu pikir-pikir selama tujuh hari jam kerja, maka dengan itu sidang langsung ditutup.

Sekedar mengingatkan tentang peristiwa yang menyebabkan terdakwa Ari Munandar berhadapan dengan hukum.

Mulanya Sabtu 1 November 2020 terdakwa berangkat dengan mengendarai mobil Boks Suzuki Carry warna putih Nomor Polisi (Nopol) BG8733-LH menjemput Tersangka Aldo (belum disidangkan) di kontrakannya Jalan KBS, Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, untuk mengampas roti gepeng.

Pada saat terdakwa sampai dikontrakkan Aldo, terdakwa melihat Ayu, Juwita, dan terpidana Ridwan (sedang menjalani hukuman).

Kemudian Terdakwa Ari dan Aldo berangkat menuju Kepahiang dan sekitarnya untuk menjajakan roti ke warung-warung milik warga. Pukul 17.00 WIB, terdakwa Ari dan Aldo kembali ke kontrakan Aldo. Di kontrakan itu masih ada Ayu, Juwita, dan terpidana Ridwan.

Sekira pukul 17.45 WIB, datanglah terpidana Wanda (sedang menjalani hukuman), korban Dedek, dan Nolan naik sepeda motor Honda Beat warna putih merah milik korban. Setelah itu, terdakwa Ari melihat tersangka Aldo sedang berbicara dengan terpidana Wanda di ruang belakang kontrakan.

Lalu, tersangka Aldo mengajak terpidana Wanda dan korban Dedek untuk pergi. Saat itu, yang terdakwa Ari dengar hanya tersangka Aldo minta ditemani mengambil uang.

Lalu Aldo, Wanda, dan korban Dedek pergi mengendarai Honda Beat milik korban, dengan posisi Wanda di depan, korban di tengah, dan Aldo di belakang.

Sekitar 30 menit kemudian, terdakwa Ari melihat terpidana Wanda dan tersangka Aldo pulang ke kontrakan dengan tergesa-gesa. Mereka langsung memarkirkan sepeda motor milik korban di dalam kontrakan, diikuti oleh terpidana Rangga masuk ke kontrakan.

Terdakwa Ari melihat sepeda motor korban terdapat bercak darah.

Saat di dalam rumah tersebut, Aldo mengeluarkan pisau yang masih ada bercak darah lalu mengacungkan kepada Nolan sambil mengatakan “Kau jangan ngomong dengan siapo-siapo”.

Kemudian Aldo meminta terdakwa Ari untuk mengambil obeng di dalam mobil Suzuki Carry guna melepaskan plat sepeda motor korban. Lalu terdakwa mengambil obeng dan membuka plat sepeda motor yang ada bercak darah tersebut, lalu Aldo meminta terdakwa Ari untuk mengantarkan Wanda dan Nolan pulang.

Terdakwa Ari mendengar tersangka Aldo berkata kepada terpidana Ridwan untuk menjual sepeda motor korban ke Desa Kepala Curup Kabupaten Rejang Lebong.

Saat terdakwa Ari mau pulang ke rumah, tersangka Aldo minta terdakwa Ari mengantar Wanda, dan Nolan.

Wanda mengatakan kepada terdakwa Ari dan Nolan bahwa korban sudah dibunuh oleh Aldo dengan cara ditikam dan disayat lehernya. Mendengar itu, terdakwa diam saja.

Selasa 10 November 2020, terdakwa mau mengajak terdakwa Aldo bekerja mengampas ke Curup. Namun Aldo meminta terdakwa Ari mengantarkannya ke daerah Muara Tebo, Provinsi Jambi untuk melarikan diri dari tangkapan polisi.

Karena terdakwa berteman dan tidak mau Aldo ditangkap oleh polisi. Terdakwa menyetujui ajakan Aldo, kemudian terdakwa mengantarkan Aldo menggunakan mobil ke arah Muara Tebo, Jambi agar Aldo tidak ditangkap oleh polisi.(*)

Sumber: Linggau Pos

Rekomendasi Berita