oleh

Bantah Dua Putri Indonesia Terlibat Prostitusi Online

JAKARTA – Kasus prostitusi online di Jawa Timur menyeret dua nama finalis Putri Indonesia. Kedua finalis tersebut yakni Fatya Ginanjarsari, finalis Putri Indonesia 2017 asal Kalimantan Utara dan Maulia Lestari, finalis Putri Indonesia 2016 asal Jambi.

Terungkapnya kedua nama ini dianggap telah mencoreng nama besar Yayasan Putri Indonesia (YPI). Merebaknya kabar ini membuat YPI angkat bicara dan mengklarifikasi bahwa Fatya Ginanjarsari dan Maulia Lestari bukan lagi finalis Putri Indonesia sejak 2018 yang artinya sebelum kasus prostitusi online ini terungkap.

Mega Angkasa MM Ketua Bidang Komunikasi Yayasan Putri Indonesia melalui siaran persnya Sabtu (12/1) secara resmi menyampaikan tiga hal. Pertama bahwa Fatya Ginanjarsari telah dipecat sejak 2018 lalu.

“Sehubungan dengan berita prostitusi online yang terungkap dimana diduga melibatkan dua finalis Puteri Indonesia, maka bersama ini YPI secara resmi menyatakan bahwa finalis Kalimantan Utara 2017, Fatya Ginanjarsari telah dipecat pada tahun 2018,” kata Mega Angkasa MM Ketua Bidang Komunikasi Yayasan Putri Indonesia saat dikonfirmasi Fajar Indonesi Network Minggu (13/1).

Pemecatan ini dilakukan lantaran Fatya telah melanggar kontrak finalis Putri Indonesia dan mengikuti ajang internasional tanpa izin dari YPI.

“Karena melanggar kontrak finalis PI yaitu mengikuti ajang internasional tanpa mendapat izin dari YPI, dan tidak diperkenankan untuk menggunakan atribut finalis Puteri Indonesia untuk kepentingan apapun,” lanjut Mega.

Sementara Maulia, kata Mega sejak Maret 2018 telah habis masa kontraknya dan dinyatakan bukan lagi bagian dari keluarga besar YPI. Finalis Putri Indonesia asal Jambi ini tidak diperkenankan lagi menggunakan atribut Putri Indonesia untuk kepentingan apapun.

“Finalis Jambi 2016, Maulia Lestari telah berakhir masa kontraknya bulan Maret 2018 lalu, dan mulai hari ini bukan merupakan bagian dari keluarga besar YPI, dan selanjutnya tidak diperkenankan untuk menggunakan atribut finalis PI untuk kepentingan apapun,” jelasnya.

Dengan tegas Mega mengatakan bahwa siapapun yang melanggar aturan YPI dan mencenarkan nama baik YPI maka akan diberikan sanksi tegas sekalipun menempuh langkah hukum.

“Atas hal-hal yang merugikan nama baik YPI, Pihak YPI berhak untuk melakukan tindakan hukum terkait dengan pencemaran nama baik YPI,” tegasnya.

Dengan dipecatnya kedua finalis tersebut sekaligus memutus tanggung jawab YPI terhadap aktivitas dua finalis tersebut.

“Dengan dipecatnya dia otomatis kami tidak bertanggung jawab terhadap tindak tanduknya. Secara otomatis kita tidak bertanggung jawab terhadap perilaku mereka di luar sana,”ujar Mega.

Bukan hanya itu, selama menjadi bagian dari keluarga besar YPI, para finalis telah di-warning untuk selalu menjaga nama baik yayasan.

“Kemudian yang perlu kami sampaikan bahwa seluruh Finalis Puteri Indonesia selalu kita imbau agar menjaga nama baik,” katanya.

Nama kedua eks finalis Putri Indonesia ini terungkap setelah penyidik Polda Jawa Timur melakukan pengembangan kasus prostitusi online pasca penangkapan Vanessa Angel pekan lalu.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan menyebut dua finalis Putri Indonesia masuk dalam 45 artis yang terlibat dalam prostitusi online. Keduanya juga dikendalikan germo ES dan TN.

Fatya dan Maulia masuk dalam enam aktris yang diduga kuat terlibat praktik pelacuran berdasarkan bukti-bukti yang ada saat pemeriksaan ES dan TN.

“Sudah ada enam, karena ketambahan satu orang. Sudah lengkap data-datanya, termasuk nama-namanya,” ungkap Luki, Jumat (11/1).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera, mengungkapkan keenam nama artis dan modeldalam kasus prostitusi online, yaitu Mulya Lestari (ML), Baby Shu (BS), Fatya Ginanjasari (FG), Riri Febianti (RF), Aldien Cena (AC), dan Tiara Permata Sari (TP).

Adapun sosok Fatya Ginanjarsari pernah mengikuti Miss DKI Jakarta dan kemudian mewakili Jakarta mengikuti Miss Indonesia 2011. Pada ajang tersebut Fatya berhasil masuk di 5 Besar. Tahun 2015 Fatya juga mengikuti ajang model dari brand pakaian kenamaan dan berhasil menjadi 15 besar.

Selain itu, Fatya terus mengasah bakat modelingnya dengan menjadi finalis Face of Indonesia 2015. Dari Instagram pribadinya, Fatya tampak bekerja di dua stasiun televisi swasta berbeda sebagai presenter acara.

Fatya sempat mengikuti beragam perlombaan model hingga mewakili Kalimantan Utara di ajang Putri Indonesia tahun 2017. Satu tahun setelah menjadi finalis Putri Indonesia 2017, Fatya berhasil memenangkan ajang Miss Tourism World Indonesia 2018.

Perempuan kelahiran Bandung ini juga ternyata rutin traveling dan backpacker ke berbagai wilayah yang memiliki pesona alam yang indah. Fatya punya hobi scuba diving atau selam scuba hingga menjelajahi berbagai pulau di Indonesia.

Hobinya saat ini didukung pekerjaan yang sedang dilakoninya, yaitu menjadi host traveling di televisi.

Ia mengatakan penampilannya saat menggunakan mahkota dan sehari-hari memang berbeda.

Bukan hanya Fatya, Maulia juga tak ubah jadi sorotan publik. Sosok yang akrab disapa Lea ini sempat menjadi finalis Putri Indonesia pada 2016 perwakilan Provinsi Jambi. Sebelum terkenal sebagai finalis Putri Indonesia 2016, Lea berprofesi sebagai seorang model.

Nama Lea kini disebut sebagai salah satu aktris yang diduga terlibat jaringan prostitusi online. Lea sempat mengikuti beragam perlombaan model dan mendapatkan beragam prestasi. Salah satu prestasi yang diraihnya ialah mewakili Jambi di ajang Putri Indonesia 2016.

Banyak yang melihat bahwa Lea ini memiliki kemiripan dengan Ariel Tatum dalam beberapa angel foto. Bahkan, sosoknya sempat viral awal tahun lalu karena memiliki kemiripan wajah dengan Ariel.(dim/din/fin)

Rekomendasi Berita