oleh

Banjir Yogya, Empat Meninggal

-Nasional-478 dibaca

 YOGYAKARTA – Sebanyak empat orang meninggal dan beberapa orang luka-luka akibat bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi DIY. Hingga saat ini ada ribuan warga Bantul dan Gunungkidul yang mengungsi.

Dari empat korban meninggal itu, 3 orang di Kota Yogyakarta. Mereka adalah korban longsor di dekat Sungai Winongo Kecamatan Gedong Tengen. Dua orang ditemukan dalam keadaan meninggal dan satu orang masih dalam pencarian. Satu korban meninggal dunia terjadi di Kabupaten Gunungkidul.

Total berdasarkan data di BPBD DIY, dampak dampak siklon tropis Cempaka, sedikitnya ada 106 titik kejadian akibat angin kencang. Hingga malam ini, Selasa (28/11) hujan deras masih mengguyur wilayah DIY.

“Ada 106 titik kejadian pohon tumbang di wilayah DIY,” kata Manajer Pusdalops BPBD DIY.

Untuk Kota Yogyakarta 2 titik, Kabupaten Bantul 67 titik, Kabupaten Kulon Progo 12 titik, Kabupaten Gunungkidul 8 titik dan Kabupaten Sleman 17 titik.
Kerusakan diantaranya menimpa jaringan listrik, menimpa rumah warga, fasilitas umum, menutup akses jalan dan menimpa kendaraan. Satu korban tertimpa pohon di kawadan Hutan Bunder, Playen, Gunungkidul dirawat di rumah sakit.

Longsor mengakibatkan talud ambrol, menutup jalan dan merusak tembok masjid pondok pesantren di Kulonprogo. Ada 3 santri mengalami luka ringan akibat terkena longsoran.

Total warga yang terdampak ada 513 KK wilayah Gunungkidul, 50 jiwa di Panjatan, Kulon Progo. Selanjutnya sebanyak 4.756 jiwa wilayah Bantul. Sebanyak 47 jiwa di Kota Yogyakarta dan 14 jiwa di Kabupaten Sleman.

Untuk wilayah Bantul jumlah warga yang mengungsi dari beberapa kecamatan seperti Imogiri dan Kretek diperkirakan terus bertambah.
BPBD Bantul mencatat ada 132 laporan bencana mulai banjir, tanah longsor, bangunan sekolah ambruk sampai jembatan ambrol. Bencana ini terjadi hampir merata di sejumlah tempat akibat hujan deras yang mengguyur wilayah ini.

“Ada 132 laporan (bencana) di sejumlah kecamatan, tetapi kami belum memperinci secara detail,” kata Manager Pusdalops BPBD Bantul, Aka Lukluk Firmansyah.

Menurut Aka, akibat bencana ini banyak warga diungsikan. Beberapa titik pengungsian seperti di Desa Sriharjo, Selopamioro, Karangtengah Kecamatan Imogiri, Desa Srimartani Kecamatan Piyungan, Desa Segoroyoso Kecamatan Pleret), dan Desa Muntuk Kecamatan Dlingo.

“Untuk total jumlahnya (pengungsi) kami belum tahu. Cuma di Sriharjo (Imogiri) menurut catatan terakhir ada sekitar 200 KK yang mengungsi,” jabarnya.

Aka melanjutkan, banyak warga terpaksa mengungsi karena di sejumlah titik ketinggian banjir mencapai 1,5 sampai 3,5 meter. Oleh karenanya warga terpaksa harus mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Selain banjir, di Bantul juga banyak terjadi longsor seperti di Kecamatan Imogiri, Pundong dan Pleret. Untuk mengantisipasi munculnya korban, BPBD dan kepolisian akhirnya menutup jalan yang dinilai rawan terdampak longsor.

“Seperti Jalan Cino Mati yang menghubungkan Pleret dengan Dlingo ditutup sementara. Karena tebing di kanan-kiri jalan labil dan dikhawatirkan terjadi longsor,” tutupnya.(Sources:Net)

 

Komentar

Rekomendasi Berita