oleh

‘Banjir’ Pedagang Buah Musiman

LINGGAU POS ONLINE, MONENG SEPATI – Kota Lubuklinggau kini ‘dibanjiri’ pedagang buah musiman. Terutama di Kelurahan Moneng Sepati, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II. Sekalipun hanya di lapak-lapak non permanen, pengendara yang melintas di wilayah ini kerap menyambangi. Konsumen utamanya, bahkan bukan hanya warga Kota Lubuklinggau.

Heri (30) warga Desa L Sidorejo Kecamatan Tugumulyo, yang kesehariannya menyadap karet itu, memanfaatkan musim buah dengan berjualan.

“Biasanya saya nyadap, karena karet sekarang harganya menurun jadi tidak cukup untuk makan. Ini kebetulan Jambu Air, Pepaya dan Rambutan dari kebun sendiri lagi panen.

Memilih untuk berjualan buah, karena keuntungan jualan buah lebih besar dari pada hasil dari menyadap karet,” ungkapnya.

“Buah yang dijualnya dibanderol harga terjangkau. Rambutan per ikatnya Rp 15 ribu, jambu air per Kg Rp 10 ribu dan pepaya Rp 7 ribu per Kg,” ungkapnya.

Ia mampu menjual 50 Kg Rambutan setiap hari. Keuntungan yang didapatnya mencapai Rp 50 ribu sampai Rp 75 ribu per harinya itu bersih.

“Buahnya kami petik langsung dari kebun, kemudian dengan motor dijajakan di pinggiran jalan,” jelasnya.

Rusdianto (28) warga F Trikoyo Kecamatan Tugumulyo, pedagang yang menjajalkan Mangga, mengakui itu, berbeda dengan Rambutan dan jambu air yang harganya masih tergolong murah. Buah Mangga yang kini jadi primadona, justru harganya paling tinggi,” katanya.

“Tahun lalu Mangga sempat banyak, jadi harga anjlok sampai Rp 15 ribu per buahnya. Bahkan banyak yang tidak laku.

Sekarang masih agak mahal, karena buah mangga ini sekarang tidak sebanyak tahun lalu, harga Mangga sekarang Rp 25 ribu per Kg,” terangnya. (CW02)

Komentar

Rekomendasi Berita