oleh

Bangun Nasionalisme dari Paskibra

Yasbudaya
“Kami bangga pada mereka. Karena 2017, hanya empat siswa yang lolos jadi anggota Paskibra Musi Rawas. Tahun 2018 ini, jadi enam orang…”

LINGGAU POS ONLINE, MUARA BELITI – Selain pramuka, Patroli Keamanan Sekolah (PKS) dan olahraga, ekstrakurikuler yang paling digemari peserta didik yakni Paskibra. Bahkan, siswa-siswi yang aktif di ekstrakulikuler ini diyakini karakternya lebih disiplin, dan berjiwa nasionalis.

Hal itu dibenarkan Kepala SMA Negeri 1 Model Muara Beliti, Yasbudaya, saat dibincangi Linggau Pos, Minggu (27/5).

Kedisiplinan itu dibangun dengan konsisten. Sehingga tidak serta merta anak lalu disiplin. Dimulai dengan kebiasaan berlatih tepat waktu, mengikuti gerakan dengan benar dan kompak, mengikuti instruksi dan banyak lagi. Disamping itu, anggota Paskibra menyadari setiap kesalahan ada konsekuensinya, dan ketidakdisiplinan akan sangat berpengaruh pada keberhasilan tugas mereka.

Yasbudaya menyebut, sekalipun begitu ketat peraturan dalam ekstrakulikuler paskibra, namun peminatnya cukup banyak. Menurutnya, faktor yang paling menarik bagi siswa untuk gabung di ekstrakulikuler paskibra, karena ada peluang bagi mereka untuk bisa mengibarkan bendera merah putih, di Tingkat Provinsi Sumsel bahkan Kabupaten Musi Rawas.

“Seperti tahun ini, dari 3 putra dan 9 putri yang kami utus untuk mengikuti seleksi Anggota Paskibra di Tingkat Kabupaten Musi Rawas, enam orang dinyatakan lulus. Kami bangga pada mereka. Karena 2017, hanya empat siswa yang lolos jadi anggota Paskibra Musi Rawas. Tahun 2018 ini, jadi enam orang,” ungkap alumni Universitas Sriwijaya (Unsri) ini.

Mereka yang akan jadi anggota Paskibra Kabupaten Musi Rawas itu, yakni Agus, Adhyaksa, Sindy, Nila, Lesa dan Deka.

Pembina Ekstrakulikuler Paskibra SMAN 1 Model Muara Beliti Septa Panlosa mengapresiasi keberhasilan anak binaannya itu.

Septa Panlosa berpesan kepada peserta didiknya yang lulus jadi anggota Paskibra Musi Rawas ini harus tetap disiplin dan kreatif.

Sebab, kata dia, tugas utama anggota Paskibraka bukan hanya menjadi petugas upacara bendera rutin maupun peringatan proklamasi kemerdekaan. Namun, anggota pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) juga dituntut mampu berkreasi membuat formasi-formasi di peleton mereka.

Septa Panlosa meyakini, anggota Paskibra juga dibekali wawasan tentang negara dan tanah airnya, membuat mereka semakin mengenal dan mencintai Indonesia.

Disamping itu, lanjut Septa, anggota Paskibra tak hanya berlatih mengikuti instruksi, namun mereka juga bisa berperan sebagai pemimpin yang memberi aba-aba buat kelompoknya. Saat menjadi senior, ia dituntut untuk membimbing juniornya. (02)

Rekomendasi Berita