oleh

Bangun Kantor dan Tempatkan Mesin Cetak

Oleh: Solihin

Melihat pertumbuhan Linggau Pos sangat baik maka Bos Parno punya pemikiran untuk membangun kantor Linggau Pos, sekaligus penempatan mesin cetak koran. Sesuai dengan rencana awal, Linggau Pos itu dibuat, untuk memenuhi salah satu kebutuhan masyarakat akan informasi yang cepat.

Sejak cetak di Percetakan PT Sumex Intermedia di Palembang, memang koran Linggau Pos sudah bisa datang pagi. Sebab cetak Linggau Pos dimulai pukul 19.00 WIB selesai pukul 20.00 WIB.

Jadi sebenarnya Linggau Pos itu bukan terbit pagi tapi malam. Selesai cetak Hasan, kemudian diganti oleh Mustofa, sebagai perwakilan Linggau Pos di Palembang harus mengantar koran Linggau Pos ke Stasiun PT Kereta Api Kertapati. Sebab, kareta api jurusan Kertapati Palembang-Lubuklinggau berangkat pukul 21.00 WIB. Jadi koran Linggau Pos sampai di Stasiun Kereta Api Lubuklinggau sekitar pukul 05.00
WIB.

Itu kalau tidak ada hambatan di perjalanan. Jika ada rel yang amblas akibat tanah longsor atau masalah lain di jalan, terkadang koran Linggau Pos sampai di Stasiun Kereta Api Lubuklinggau pukul 09.00 WIB. Bahkan pernah sampai pukul 17.00 WIB.

Heroiknya Koran Linggau Pos pernah dijemput kawan-kawan pemasaran di salah satu stasiun di daerah Saung Naga wilayah Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang. Dan Mustofa, berkali-kali mengejar kereta api hingga ke Stasiun Kereta Api Prabumulih, Kota Prabumulih dan Lahat, Kabupaten Lahat.

Hal itu karena koran Linggau Pos yang dicetak ketinggalan kereta, karena mobil yang dikendarai Mustofa membawa koran Linggau Pos terjebak macet di salah satu lampu merah. Sehingga
terlambat sampai ke Stasiun Kertapati. Sementara kereta api tujuan Stasiun Lubuklinggau sudah berangkat.

Ini juga salah satu alasan mengapa harus menempatkan mesin cetak koran di Lubuklinggau.Konsep lainnya, sebagai
antisipasi, jika mesin cetak Semarak Bengkulu atau Jambi mengalami gangguan (tidak bisa cetak) maka koran Bengkulu dan koran Jambi bisa cetak di Lubuklinggau.

Ada ide Bos Parno juga untuk koran Sumatera Ekspres jatah Kota Lubuklinggau, Kabupaten Mura dan Tebing Tinggi, Empat Lawang dicetak
di percetakan Lubuklinggau. Pertimbangan lainnya kantor (ruko) yang disewa untuk Linggau Pos tinggal setahun lagi.

Lalu Bos Parno menyuruh saya mencari tanah untuk dibeli, dan dibangun gedung kantor Linggau Pos sekaligus tempat mesin cetak koran. Tetapi Bos Parno minta tanah yang akan dibeli harus di kawasan Jalan Yos Sudarso.

Tanah untuk dibeli bakal dibangun kantor itu ada. Lalu Bos Parno mengajak saya untuk melihat tanah dan bertemu dengan pemiliknya. Setelah melihat posisi letak, luas, dan bertemu dengan
pemilik tanah, Bos Parno setuju.

Tetapi untuk proses pembayaran dan balik nama surat tanah tersebut mengalami hambatan. Sebab ada surat hibah pemilik tanah awal. Karena tanah itu dihibahkan kepada salah seorang cucunya, sementara anak-anak dari pemilik tanah selaku ahli waris masih hidup.

Para ahli waris (anak-anak) pemilik tanah ini protes, karena tanah itu diberikan kepada salah seorang cucunya, tanpa pernah dimusyawarahkan. Untuk menyelesaikan sengketa tanah ini, jalan satu-satu adalah pembatalan surat waris.

Untuk membatalkan surat waris tadi, harus digugat secara perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau. Maka para ahli waris dari pemilik tanah tadi mengajukan gugatan secara perdata ke PN Lubuklinggau.

Setelah melalui sidang yang cukup panjang, Majelis Hakim PN Lubuklinggau mengabulkan gugatan para ahli waris. Atas dasar putusan PN Lubuklinggau inilah, proses pembayaran tanah bisa, dan akad jual beli tanah ini dilaksanakan, sekaligus dengan proses balik nama sertifikat atas nama Bos Parno.

Sekira November 2002, Purwadi sebelumnya wartawan Sumatera Ekspres, menggantikan saya sebagai Pemimpin Perusahaan Linggau Pos.

Saya diminta Bos Parno untuk membantu menangani Redaksi Linggau Pos, sekaligus ditunjuk menggantikan posisi Pak Wargo sebagai Pemimpin Umum (PU) dan Pemimpin Redaksi (Pemred).

Keputusan itu ditetapkan dalam putusan
rapat, dihadiri Pak Wargo Purtanto, saya dan Purwadi. Sementara Pak Wargo dipersiapkan untuk menjadi General Manajer (GM) Percetakan Linggau. (bersambung)

Rekomendasi Berita