oleh

Bandit Pecah Kaca Beraksi, Duit Kades Rp150 Juta Raib

LINGGAUPOS.CO.ID- Waspada bagi anda yang baru saja menarik uang tunai di bank/ATM. Sebaiknya meningkatkan kewaspadaan, agar tak mengalami kejadian seperti Kepala Desa (Kades) Air Bening Kecamatan Rawas Ilir, Marsup (40).

Sebab Rabu (13/5), sekira pukul 13.30 WIB, mobil Toyota Rush warna hitam nomor polisi (Nopol) BG 1363 PD miliknya jadi sasaran bandit pecah kaca di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Taba Pingin, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I.

Kepada Linggau Pos, Marsup menceritakan kronologi musibah yang dialaminya.

“Awalnya bersama Sekdes dan Bendahara, Selasa (12/5) sekitar pukul 12.00 WIB tiba di Lubuklinggau untuk membeli masker dan hand sanitaizer. Karena belanja sampai sore, kami memutuskan bermalam di Lubuklinggau. Lalu Rabu (13/5) sekitar pukul 12.00 WIB, kami mau pulang ke desa tetapi batal karena mau mengambil uang di bank Rp150 juta,” jelas Marsup.

Uang sebanyak itu, akan digunakan untuk gaji, mulai dari gaji Kades, Sekdes, Bendahara dan perangkat desa termasuk guru ngaji, marbot dan BPD. Lalu mereka memutuskan ambil uang di Lubuklinggau, khawatir sampai Rupit bank sudah tutup.

Setelah ambil uang, tiba-tiba ia ditelepon sang istri yang memberitahunya kalau cupu miliknya hilang dan menyuruhnya membeli.

“Makanya kami mampir di toko Kelurahan Taba Pingin untuk membeli cupu dan buah-buahan. Setelah selesai membeli, saya ingat mau potong rambut sekalian karena masih di Lubuklinggau, biar lebaran nanti sudah rapi nggak harus ke Lubuklinggau lagi. Eh, Sekdes saya ikut mau potong rambut, dan bendahara saya pun ikut juga creambath,” jelas Marsup.

Akhirnya mereka mampir ke Salon Yanto, di Kelurahan Taba Pingin. Tiba di sana ia sudah merasa ada yang janggal dan perasaannya sudah tidak enak.

Makanya selama potong rambut ia terus melihat ke arah mobil. Bahkan setelah selesai potong rambut pukul 13.30 WIB, ia mengaku bergegas melihat keadaan mobil, karena ingat uang yang diambil tadi hanya disimpan dalam asoy hitam, ditutupi tas dan buah-buahan. Posisinya di barisan tengah, di tengah-tengah kursi.

“Ternyata perasaan saya betul, lihat mobil kaca sebelah kanan belakang sopir sudah pecah, buru-buru saya ambil kunci di salon dan saya buka, uangnya sudah tidak ada. Hanya uang yang dicuri, sementara barang lainnya tidak hilang. Makanya kami curiga, sudah dibuntuti seseorang sejak dari bank. Bahkan mungkin saja kalau kami tidak setop di salon, di jalan nanti kami dihadang,” ungkapnya.

Mereka pun langsung melaporkan kejadian tersebut, ke Polsek Lubuklinggau Selatan.

“Dan sampai di desa, kami juga menjelaskan kejadian ini ke seluruh perangkat desa. Sejauh ini mereka memaklumi dan menunggu kabar selanjutnya, karena saya juga mengatakan, akan melakukan musyawarah kembali terkait masalah ini. Saya pun berharap polisi segera mendapatkan pelakunya dan uang kami kembali, karena kami sangat butuh uang ini untuk gaji, apalagi ini mau Idul Fitri,” harapnya.

Mamad selaku karyawan Pangkas Rambut Yanto membenarkan, adanya kejadian pecah kaca, Rabu (13/5) sekitar pukul 13.30 WIB.

“Ya, saat itu Pak Kades datang mau pangkas rambut. Dia bersama dua temannya mengendarai mobil Toyota Rush warna hitam yang diparkirnya depan Pangkas Rambut Yanto. Jaraknya sekitar 5 meter dari tempat kami kerja ini,” tutur Mamad, Kamis (14/5).

Saat itu langsung masuk ke salon dan potong rambut. Sementara Sekdes refleksi. Jadi di mobil memang tidak ada orang.

Selesai gunting rambut Kades itu langsung menanyakan kunci mobil dengan temannya yang lagi refleksi dengan alasan untuk ngambil barang dalam mobil dan saat diperiksa dan bertanya lagi Sekdes bahwa kaca mobil sebelah kanan sudah pecah.

“Mereka langsung lapor ke Polsek Lubuklinggau Selatan. Sekira satu jam kemudian rombongan anggota polisi ke TKP dan tanya ke karyawan Pangkas Rambut Yanto. Para polisi ini sempat tanya, apakah di depan salon atau depan Hotel Silampari ada CCTV. Kami bilang tidak ada. Makanya setelah kejadian ini, akan ada pemasangan CCTV,” imbuh Mamad.

Hanya saja, kata Mamad, pelanggan dia yang lainnya sempat bilang saat dia datang mobil tersebut belum pecah.

“Pak Kades ini sudah langganan lama untuk gunting rambut di Salon Yanto,” jelas dia.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Mustofa, SIK melalui Kapolsek Lubuklinggau Selatan, Iptu Amirudin membenarkan kejadian pecah kaca tersebut. Dan sekarang dalam proses penyidikan terhadap pelaku.(*)

Artikel ini sudah diterbitkan di Linggau Pos dengan judul”Duit Kades Rp150 Juta Raib”

Rekomendasi Berita