oleh

Bandel, Pengusaha Kuliner Pakai LPG Bersubsidi

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Delapan usaha kuliner jadi sasaran inspeksi mendadak (sidak) tim gabungan Pemerintah Kota Lubuklinggau, Selasa (15/5). Tim yang terdiri dari Polres, Sat PolPP, Bagian Ekonomi, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan melibatkan perwakilan Pertamina, dan Hiswana Migas itu menemukan, hanya tiga usaha kuliner yang sudah menggunakan Liquid Petrolium Gas (LPG) 12 kg ataupun Bright Gas 5,5 kg.

“Kami sidak ke Nasi Bakar 88, Cambel Cobek, Mie Ayam Putra E, Sempurna, Mie Ayam Johan Rudi, Sagga Cafe, Kuyung Kopek dan RM Lembah Anai. Namun dari jumlah itu, yang sudah menggunakan LPG non subsidi yakni 12 kg maupun bright gas baru tiga tempat usaha. Yaitu, Cambel Cobek, Sempurna dan Sagga. Selain yang tiga ini, masih pakai LPG 3kg,” terang Ketua Hiswana Migas Kota Lubuklinggau, Winasta Ayu Duri didampingi Kabid Pengawasan dan Pengendalian Barang Penting Disperindag Kota Lubuklinggau, Devi, kemarin.

Padahal, jelas Winasta, LPG 3 Kg hanya diperuntukkan warga miskin dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 20 tahun 2008 tentang UMKM, hanya masyarakat dengan pengeluaran tidak lebih dari Rp 1,5 juta per bulan dan wiraswasta yang omsetnya maksimal Rp 900 ribu per hari diperbolehkan menggunakan LPG 3kg.

“Ini sidak lanjutan, untuk melihat apakah imbauan kita pada sidak pertama diindahkan atau tidak. Memang, dari sidak kedua ini, pelaku usaha yang sebelumnya sudah kita sidak dan diberikan imbauan tidak lagi menggunakan tabung melon. Hanya ada beberapa yang masih pakai gas melon. Makanya langsung diganti di Mie Ayam Putra E dan di Nasi Bakar 88. Jadi 2 tabung LPG 3kg diganti satu tabung bright gas dengan tambahan uang Rp 67.500,” jelasnya.

Bagi pelaku usaha yang masih memakai LPG 3kg, dihimbau untuk menggantinya dengan LPG 12 kg.

“ Dua bulan selanjutnya, akan kembali kita pantau,” tegas Devi.(02)

Rekomendasi Berita