oleh

Bandara Silampari Termegah Kedua di Sumsel

LUBUKLINGGAU – Sejak awal Januari 2019, pembangunan Bandara Silampari sudah selesai 100 persen. Saat ini memasuki masa pemeliharaan sampai enam bulan ke depan. Hal itu disampaikan Kepala Bandara Silampari Kota Lubuklinggau, Rudy Pitoyo kepada Linggau Pos, Sabtu (19/1).

“Bandara Silampari ini awal pembangunannya 2016. Tahun 2017 sempat terhenti karena tidak ada anggaran. Lalu tahun 2018 dilanjutkan sampai selesai. Nah, soal peresmiannya memang rencananya dilakukan Presiden RI Joko Widodo. Namun kami belum mendapatkan informasi kapan peresmian itu. Kami masih menunggu dari Kementerian Perhubungan. Kalau informasi awalnya 13 Januari 2019. Namun sepertinya belum jadi,” imbuh Rudi.

Bandara Silampari disebut-sebut sebagai bandara termegah kedua di Provinsi Sumsel. Bandara seluas 5.400 meter persegi itu dibangun dua lantai.

“Bandara ini dibangun untuk menyediakan layanan yang lebih baik, lebih aman dan nyaman untuk pengunjung. Soal maskapai akan bertambah atau tidak, belum ada informasi,” jelasnya.

Bandara Silampari yang baru, khas dengan arsitektur cenderung menunjukkan uniknya budaya di Provinsi Sumsel. Ornamen dinding dihiasi dengan batik khas Lubuklinggau. Ada batik kopi maupun durian.

Sementara fasilitas untuk difabel (berkebutuhan khusus) disediakan. Mulai dari trotoar jalan, lift, dan toilet. Sementara itu, di ruang tunggu penumpang juga tersedia area bermain anak. (lik)

Rekomendasi Berita