oleh

Bandara Silampari Siap Siaga Keadaan Darurat

LUBUKLINGGAU – Bandar Udara (Bandara) Silampari Lubuklinggau, Kamis (20/12) menggelar Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) guna meningkatkan kapasitas personel, baik di bandara maupun personel di luar bandara ketika terjadi keadaan darurat.

Dalam simulasi tersebut, disiapkan replika pesawat dengan puluhan penumpang di setting seolah– olah menjadi korban.

Diceritakan dalam simulasi berawal, Pesawat A320-200 milik PT Baung Air, nomor penerbangan BA 0369 dengan jumlah penumpang 130 orang, pesawat tersebut diperkirakan landing (mendarat, red) pukul 10.00 WIB di Bandara Silampari dari Jakarta.

Awalnya cuaca di Bandara Silampari cerah dengan jarak pandang 10 KM, namun kecepatan arah angin berubah-ubah.

Saat pesawat hendak mendarat, pilot kesulitan dalam mengendalikan pesawatnya, saat menyentuh runway (lintasan, red). Sehingga main landing gear (roda pesawat) sebelah kanan mengalami kerusakan.
Hal ini menyebabkan pesawat tergelincir ke kanan lintasan di Sektor 7E pada Grid Map. Saat tergelincir pesawat mengalami kerusakan pada sayap sebelah kanan, sehingga menimbulkan tumpahan bahan bakar dan terbakar.

Melihat hal tersebut petugas Aerodrome Flight Information Service (AFIS) menginformasikan kejadian pada unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP PK) lalu diteruskan ke Kepala Bandara selaku Ketua Komite Penanggulangan Keadaan Darurat.

Dari pantauan Linggau Pos, saat simulasi berlangsung, tepatnya ketika kobaran api membesar, petugas terlebih dahulu berusaha memadamkan api, dengan mengerahkan mobil pemadam kebakaran. Selanjutnya petugas menggunakan pakaian pemadam kebakaran dengan pengamanan lengkap, memasuki pesawat yang tergelincir tersebut, untuk menyelamatkan penumpang.

Setelah kondisi dinyatakan aman, baru tim lain seperti tim Basarnas diturunkan untuk menyelamatkan para korban, dan langsung dibawa ke rumah sakit dengan menggunakan ambulan.

Kepala UPTD Bandara Silampari, Rudi Pitoyo mengatakan kegiatan tersebut dalam rangka menguji kesiapan petugas atau personel baik dalam bandara maupun luar bandara dan menghadapi keadaan darurat.

“Sesuai Undang-Undang (UU) No.1 Tahun 2009 tentang penerbangan yang mewajibkan setiap bandara dilakukan kegiatan pelatihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) secara berkala, yakni setiap dua tahun sekali. Jadi ini rutinitas kita untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Rudi.

Dalam kegiatan tersebut disaksikan Kabag Ops Polres Lubuklinggau, AKP Hendri dan Kasat Sabhara Polres Lubuklinggau, AKP Ali, Kajari Lubuklinggau Zairidah, perwakilan dari Kodim 04/06 MLM yang melibatkan 25 instansi.

Instansi lain tersebut antara lain Kodim, Kepolisian, BPBD, Pemadam Kebakaran, Basarnas dan Dinas Kesehatan dan lain-lain dengan jumlah peserta mencapai 67 orang.(cw1)

Berita Terkait : BNN Tes Urine Pilot

Rekomendasi Berita