oleh

Bamsoet : KPU Bekerja Harus Sesuai Aturan

JAKARTA – Ketua DPR Bambang Soesatyo mengaku tak masalah dengan rencana Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan Caleg eks napi korupsi di website maupun media massa. Dengan catatan, tak ada regulasi yang dilanggar.

“Sejauh ketentuan peraturan perundangan memungkinkan dan memberikan hak pada KPU untuk mengumumkan nama Caleg dari seluruh partai yang pernah menjalani hukuman Tipikor ya silakan saja. Itu adalah kewenangan daripada penyelenggara pemilu,” kata Bamsoet di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (29/1).

Akan tetapi, Bamsoet mengingatkan bahwa hak para Caleg apabila pasca pengumuman itu, banyak yang melaporkan secara hukum para penyelenggara pemilu. Sekalipun memang, jika KPU memiliki instrumen undang-undang yang kuat, maka hal itu bisa dihindari.

“Saya lupa apakah kita sudah mengesahkan UU yang membolehkan pengumuman itu (Caleg Koruptor). Tapi kalau KPU punya senjata atau backup Undang-Undang, berarti calon yang merasa dirugikan tidak memiliki hak untuk melaporkan jarena ada ketentuan undang-undangnya,” tuturnya.

Di sisi lain, ketika disinggung awak media ihwal pengumuman ini efektif atau tidak untuk mewujudkan calon wakil rakyat yang bersih, Bamsoet menjawab diplomatis. Dia menyerahkan semuanya kepada KPU.

“Apapun dilakukan tergantung dari sudut pandang yang melakukan, kalau KPU menganggap itu efektif ya lakukan. Itu saja,” pangkasnya.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) berencana sore atau malam ini mengumumkan Caleg yang pernah tersangkut kasus pidana korupsi, terorisme, narkoba dan kejahatan asusila terhadap anak.

Ketua KPU, Arief Budiman mengatakan, saat ini pihaknya baru menunggu para komisioner pulang dari tugasnya di luar kota. Sehingga pengumuman itu baru bisa dilakukan.

Menurut Arief, publik perlu mengetahui Caleg-Caleg mana saja yang pernah menjadi terpidana. Sehingga nantinya bisa menjadi pertimbangan publik ketika memilih.

“Yang jelas kepentingannya adalah publik harus diberitahu informasi itu,” kata Arief dalam diskusi di Kantor RRI, Jakarta, Selasa (29/1). (jwp)

Rekomendasi Berita