oleh

Balai Bahasa Sumsel Tingkatkan Kompetensi Penggunaan Bahasa Indonesia Bagi Media Massa

LINGGAU POS ONLINE – Balai Bahasa Sumatera Selatan (Sumsel) adakan penyuluhan Bahasa Indonesia di Media Massa Daerah. Materi apa yang disampaikan pada kegiatan yang diikuti 40 peserta ini ?

Penyuluhan Bahasa Indonesia yang diadakan Balai Bahasa Sumatera Selatan (Sumsel)  Rabu (25/9/2019)  terpusat di Cozy Style Hotel.  40 Peserta yang ikut dalam kegiatan ini merupakan perwakilan media massa baik lokal maupun regional, perwakilan pelajar, perwakilan Bagian Humas Setda Kota Lubuklinggau, Kabupaten Mura, dan Kabupaten Muratara.

Tak ketinggalan perwakilan Dinas Komunikasi Informatika (Diskominfo) Kota Lubuklinggau, Kabupaten Mura, dan Kabupaten Muratara pun hadir pada kegiatan yang diadakan 25-28 September 2019 itu.

Kegiatan yang diadakan Balai Bahasa Sumsel kerjasama dengan Harian Silampari (Linggau Pos Group) ini dibuka Perwakilan Balai Bahasa Sumsel, Drs Firman Susilo diwakili Dian Susilastri.

Menurut Dian Susilastri penyuluhan ini  tujuannya untuk meningkatkan kompetensi penggunaan Bahasa Indonesia di media massa daerah baik yang di kelola  swasta, pemerintah, maupun sekolah.

Wanita berhijab ini  menghimbau agar masyarakat bangga menggunakan bahasa sendiri yaitu Bahasa Indonesia, bukan bahasa asing. Pasalnya, saat ini sarana publik, baik yang dikelola pemerintah maupun swasta lebih banyak menggunakan bahasa asing.

“Seperti Jepang, mereka bangga menggunakan bahasa sendiri, setelah bahasa negara Jepang  baru diikuti bahasa asing. Tidak dengan kita,” ungkapnya.

Padahal jelas dalam UUD 1945 pasal 36, UU nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan wajib menggunkan  bahasa Indonesia. Hingga saat ini ada 6.500 bahasa asing, 743 Bahasa Indonesia 11% dipetakan, dan 442 baru diteliti.

Untuk bahasa se-Indonesia, saat ini ada 26 bahasa yang sudah dipetakan atau sudah diakui di Sumsel, 10 di Jawa – Bali, 58 Sulawesi, 11 Nusa Tenggara Barat (NTB), 49 Nusa Tenggara Timur (NTT). Selanjutnya 51 di Maluku, 207 papua, dan 301 belum dilakukan penelitian.

Di Sumsel ada dua kelompok bahasa, yaitu Bahasa Melayu dan Bahasa Komering. Di Indonesia sendiri ada tiga bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah dan Bahasa Asing. Sesuai dengan slogan ‘Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing’ ia mengajak masyarakat bangga Berbahasa Indonesia

“Bahasa daerah digunakan ditempat tertentu, termasuk bahasa ibu yaitu bahasa pertama kali didengarkan kepada anak . Biar anak mengenal bahasa daerah, nanti ia kan belajar Bahasa Indonesia, diikuti bahasi asing,” ungkap penyuluh dan peneliti Balai Bahasa Sumsel ini.

Masyarakat bisa mengusulkan bahasa daerah masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), caranya dengan unduh KBBI edisi Lima di Smartphone. Balai Bahasa Indonesia sendiri sudah melakukan berbagai upaya agar Bahasa Indonesia menjadi Bahasa Internasional. Seperti melakukan penyuluhan di berbagai kalangan, bahkan hingga ke luar negeri.

Pada kegiatan yang dihadiri Direktris Harian Silampari, Rusmila tersebutm  General Manager (GM) Harian Silampari, Budi Santoso mengaku bersyukur Balai Bahasa Sumsel mau mengadakan penyuluhan di Kota Lubuklinggau.

“Apalagi kami media massa membutuhkan banyak masukan untuk lebih baik lagi, ini kesempatan baik dan diharapkan dapat bermanfaat, peserta dapat mengikuti hingga selesai,” pesan Budi Santoso.(*)

Laporan: Peni Anggraini

Rekomendasi Berita