oleh

Bakat Seni Anak Smanda

Ekstrakulikuler Sanserenda (Sanggar Seni Rentak Smanda ) SMA Negeri 2 Model Lubuklinggau, sudah terbentuk sejak 2005.

Ekstrakulikuler ini di bawah binaan Tiara Anggraini S.pd, yang kini  beranggota 145 orang, terdiri dari divisi  tari 76 orang, divisi vokal 19 orang, divisi musik 29 orang, divisi teater 10 orang dan divisi beatbox 11 orang  dari kelas X dan Xl.

Yuks… kita nanya ke mereka tentang ekstrakulikulernya.

Bagaimana sih sistem latihannya?

“Kami latihan setiap Jumat dan Sabtu. Hari Jumat untuk divisi  tari sama teater dan hari Sabtu untuk divisi  musik, vokal dan beatbox, sistemnya di sini kami latihan materi dahulu. Setelah itu dikolaborasikan setiap divisi, misalnya tari dan musik latihan gabungan, kami punya pelatih untuk divisi tari dan musik, jadi kalau vokal dan beatbox autodidak dan teater kami gerap sama-sama,” kata Jessica Putri Apriesta,  anggota Sansernda SMAN 2 Model Lubuklinggau.

Apa sih agenda khususnya?

“Agenda khusus kami, Sansenrenda menyelipkan intermezzo di sela-sela latihan untuk menghilangkan kejenuhan para anggota, Sanserenda juga memiliki agenda tahunan yaitu pemilihan bujang gadis Smanda yang dilaksanakan di awal tahun,” ungkap Jessica Putri Apriesta.

Ada nama panggilan khusus nggak sih?

“Ya…jelas ada dong…yaitu Sanserenda yang disingkat dalam arti sanggar seni rentak Smanda.” Jelasnya.

Apa sih wadahnya?

“Ohh… Wadahnya sangat cocok sekali dengan anak remaja, karena remaja penting banget untuk mengenal apa arti budaya,mengenal apa arti dari seni. Bahkan tidak untuk remaja saja untuk anak usia SD juga sangat cocok mengenal seni dan budaya, karena seni dan budaya sangat penting,” ungkapnya kembali.

Pernah ngak sih membuahkan prestasi?

“Pasti pernah dong bahkan sekali yaitu, Juara 1 solo akustik FLS2N nasional, juara 2 lomba lagu daerah acara HUT Kota Lubuklinggau ke-16, harapan 2 lomba lagu daerah se-Kota Lubuklinggau dan masih banyak lagi,” tutupnya. (s4)

Rekomendasi Berita