oleh

Bakar Ban, Pelajar SMAN Surulangun Demo, Minta Kepala Sekolah Diganti

LINGGAU POS ONLINE – Ratusan pelajar SMAN Surulangun, Senin (14/10/2019) pagi melakukan aksi demontrasi di Simpang Pasar Surulangun Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Aksi mereka yang disertai dengan membakar ban, menuntut, agar Kepala SMAN Surulangun diturunkan dan diganti, dengan Kepala Sekolah yang baru.

Ariski Putra Rahman, perwakilan siswa mengungkapkan 90 persen siswa SMAN Surulangun menginginkan Kepala Sekolah saat ini segera diturunkan dari jabatannya.

Tuntutan tersebut bukan tanpa alasan, selain karena eksistensi sekolah yang kian menurun, kegiatan ekstrakulikuler sekolah kurang diperhatikan bahkan sering terhambat.

Aksi mereka juga, untuk mempertanyakan uang infak yang dikumpulkan, namun sering digunakan untuk agenda di luar bidang keagamaan.

“Sekolah kami terus mengalami penurunan eksistensi, sebagai sekolah yang kiprahnya lebih dulu dibandingkan SMKN Surulangun. Bahkan tidak wajar, jika prestasi sekolah tertinggal jauh dari SMKN Surulangun,” ungkap Ariski.

Dia mengungkapkan aksi seperti ini sudah kedua kalinya mereka lakukan. Aksi pertama mereka lakukan 2018. “Kalau tuntutan kami tidak terpenuhi dalam waktu satu minggu, maka aksi mogok belajar akan kami lakukan,” tegasnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi yang dilakukan siswa dilaksanakan di Jalan Lintas Sumatera sempat mendapatkan perhatian dari masyarakat. Aksi tersebut bubar setelah Pemerintah Kecamatan Rawas Ulu menawarkan diskusi antara pemerintah kecamatan, pemerintah kabupaten, pihak sekolah dan perwakilan siswa.

“Aksi terpaksa kami lakukan di jalan, karena aksi kami di sekolah tidak direspons oleh pihak sekolah,” lanjut Ariski.

Diskusi yang ditawarkan akhirnya dilaksanakan, dihadiri Wakil Bupati Devi Suhartoni. Saat rapat Devi menjanjikan, akan berkoordinasi dengan Disdik Provinsi Sumsel dan menyampaikan tuntutan siswa.

“Saya tahu ini aksi yang kedua kalinya, kalau saya yang didemo seperti ini, maka saya akan mengundurkan diri, begitupun harapan saya kepada Kepsek,” tegas Devi.

Kepala SMAN Surulangun, Suhairia menegaskan penggantian Kepsek ada regulasinya, tidak dapat dilakukan sembarangan apalagi oleh Pemkab Muratara.

“Semua ada regulasinya dan tindakan anak-anak sudah melewati batas, kita akan laporkan permasalahan ini ke provinsi,” tegasnya singkat. (*)

Laporan: Fahmilan Jadidi

Rekomendasi Berita