oleh

Bahagianya, Ratusan Pasangan Nikah Didampingi Cucu

Sidang Isbat Nikah Terpadu Kabupaten Muratara

143 Pasangan Suami Istri (Pasutri) menjadi pengantin baru. Bahkan menariknya lagi ada yang didampingi anak dan cucunya. Di sisi lain tanpa walaupun sudah bercucuk, namun masih saja ada yang gugup saat melaksanakan hijab kabul.

Laporan Aspin Dodi, Muratara

PERNIKAHAN mereka disahkan kembali dalam sidang isbat nikah terpadu yang diselenggarakan secara gratis oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara. Melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Muratara dan Pengadilan Agama Kota Lubuklinggau, Kamis (7/12).

Ratusan Pasutri ini adalah pasangan yang sudah bertahun-tahun menikah dan sah secara agama, namun tidak ada bukti pengakuan dari Negara berupa akta nikah atau buku nikah.

Melalui sidang isbat nikah yang digelar secara massal, akhirnya ratusan Pasutri ini memiliki buku nikah, dan mempunyai kepastian hukum dari Negara sebagai suami istri.

Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat, diwakili Sekda H Abdullah Makcik menyampaikan, setiap Pasutri di wilayah Kabupaten Muratara harus memiliki buku nikah, tanpa terkecuali.

Hal tersebut sebagai bentuk pengesahan nikah, dan juga implementasi dari seorang warga negara yang baik.

“Buku nikah ini sangat penting dimiliki setiap Pasutri,”ujarnya.

Melalui isbat nikah terpadu ini, kata Sekda, kita wujudkan kepastian hukum bagi pasangan suami, istri dan anak. Sehingga terciptanya keluarga yang makmur, aman, cerdas dan bermartabat.

“Kegiatan ini juga gratis, sepeser pun tidak ada pungutan, pemerintah terus menunjukkan kepedulian di segala bidang. Sehingga, semua yang menjadi hak-hak masyarakat bisa terpenuhi,”jelasnya.

Sementara, Kepala Kankemenag Muratara, H Ikhsan Baijuri menjelaskan, pernikahan 143 Pasutri tersebut selama ini sudah dilakukan secara syari dan sudah sah menurut syariat Islam.

“Hanya saja, mereka belum tercatat secara administrasi negara, dan buku nikah ini sangat penting. Seperti yang sudah kita sampaikan, salah satunya sebagai syarat untuk mendaftar haji atau umrah,” bebernya.

Pada kesempatan yang sama, Kadisdukcapil Muratara, Mustopa Yusuf mengungkapkan, selain untuk keperluan pendaftaran haji dan umrah, buku nikah juga berguna untuk mengurus data kependudukan.

“Seperti halnya pengurusan akta kelahiran anak dan kartu keluarga tidak dapat diproses tanpa buku nikah yang resmi dikeluarkan negara dan juga proses dokumen-dokumen lainnya,” imbuhnya.(*)

Komentar

Rekomendasi Berita