oleh

Babak 32 Besar Piala Indonesia Terbagi dalam Dua Zona

JAKARTA – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sudah menggelar undian babak 32 besar Piala Indonesia 2018 di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (8/1) kemarin.

Dipastikan, babak 32 besar Piala Indonesia 2018 yang melibatkan klub dari semua kasta persepakbolaan Indonesia itu bakal berlangsung mulai 22 Januari hingga 6 Februari 2019.

Nantinya, dalam babak ini setiap tim akan menjalani pertandingan dengan format kandang dan tandang, melalui pembagian Zona Wilayah Barat dan Timur. Sebanyak 32 tim yang telah berjuang sejak babak 128 besar dibagi menjadi empat zona berbeda, dua zona di wilayah barat dan dua di wilayah timur.

Dari hasil undian, masing-masing wilayah akan mempertemukan empat pertandingan. Seperti halnya, juara Liga 1 Indonesia 2018, Persija Jakarta dipastikan akan berhadapan dengan Kepri 757 Jaya Wilayah Barat Zona 1.

Selain itu, di wilayah ini juga mempertemukan, Sriwijaya FC yang bakal berhadapan dengan Keluarga USU Medan.

Sedangkan di Wilayah Barat Zona 2, ada Madura United yang akan berhadapan dengan Cilegon United, Arema FC bertemu Persita Tangeran, Persib Bandung melawan Persiwa Wamena dan Persibat Batang yang akan berhadapan dengan PSIS Semarang.

Beralih ke Wilayah Timur, di Zona 1 akan mempertemukan dua klub Jawa Timur, Persinga Ngawi kontra Persebaya Surabaya, Barito Putera kontra PSS Sleman, Blitar United versus Bali United, dan Persela Lampngan menghadapi Persik Kendal.

Di Wilayah Timur Zona 2 mempertemukan Mojokerto Putra versus Borneo FC, Perseru Serui versus Mitra Kukar, Persidago Gorontalo menghadapi Persipura Jayapura, dan Kalteng Putra kontra PSM Makassar.

Dari pertarungan itu nantinya akan tersaring 16 tim yang nantinya akan melaju ke babak 16 besar yang rencananya digelar pada 11 Februari sampai 19 Februari. Adapun babak delapan besar dijadwalkan 24 Februari sampai 2 Maret, semifinal 7 dan 12 Maret, sementara final 17 dan 24 Maret. Dalam babak 16 besar hingga final juga menggunakan sistem kandang-tandang.

Menariknya, dalam babak 32 besar ini, PSSI memperbolehkan para peserta tim mendaftarkan pemain baru untuk kompetisi musim 2019. Artinya, pemain yang sudah didaftarkan dengan acuan musim lalu sudah tidak berlaku.

“Untuk babak 32 besar kali ini, selain persiapan untuk Piala Indonesia itu sendiri, PSSI juga membuka pendaftaran bagi pemain baru. Jadi pemainnya itu boleh untuk tidak mengikuti regulasi pemain yang kemarin Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 di regulasi 2018. Jadi akan keluar regulasi baru, pemain boleh didaftarkan sebanyak 30 orang,” ungkap Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destria di sela-sela undian 32 besar Piala Indonesia di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (8/1) kemarin.

Selain itu, Tisha juga menuturkan, di babak 16 dan 8 besar, setiap tim juga diizinkan untuk mengganti 7 pemain di setiap pertandinganya. Namun, hal itu tidak berlaku saat pertandingan sudah memasuki babak semifinal dan final.

“Boleh mengganti 7 pemain di babak 16 besar dan 8 besar. Sehingga ada 23 pemain yang tetap terdaftar hingga babak final,” tutur Tisha.

Lebih lanjut, Tisha mengatakan PSSI menyadari Piala Indonesia 2019 yang sudah memasuki babak 32 besar ini cukup penting bagi para tim, mengingat hal ini menjadi ajang persiapan klub menjelang kompetisi musim 2019.

Apalagi jika melihat bursa transfer kompetisi sepak bola Indonesia sedang berlangsung sat ini dan ditambah kompetisi resmi baru akan digelar usai Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

“Hal ini saya rasa cukup penting untuk semua tim melakukan persiapan sebelum kompetisi dimulai. Klub bisa melakukan uji coba dengan baik, bisa juga turut meramaikan sepak bola yang ada di daerah dan seleksi yang di daerah,” terang Tisha.

Selain itu, Tisha juga membeberkan mengenai hukuman atau sanksi bagi tim peserta babak 32 besar yang mengundurkan diri. Menurutnya, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah hukuman yakni, denda dan juga hasil kekalahan bagi tim yang bersangkutan.

Tisha menambahkan, hal itu juga berlaku bagi tim yan tidak sanggup untuk menggelar pertandingan laga kandang.

“Jadi di babak 32 besar ini akan lebih ketat, tentunya regulasinya juga akan ada. Jadi jika ada salah satu tim yang melakukan pengunduran diri atau tidak menyelenggarakan pertandingan dan lain sebagainya akan ada sanksi (hukuman),” tegas Tisha.

“Sanksi itu tidak hanya berupa hasil kekalahan untuk tim yang bersangkutan, tetapi bisa juga berupa denda. Dan bisa juga dinaikan ke Komite Disiplin (Komdis PSSI), jika hal itu ada unsur kesengajaan,” tambahnya.

Menurutnya hal itu dilakukan agar seluruh tim bisa terus menjaga komitmennya dalam setiap pertandingan yang berlangsung. Terlebih, hal itu juga demi menghargai tim-tim yang telah tersingkir dari babak 128 besar sebelumnya.

“Jadi ini untuk komitmen klub-klub semua. Kita harus menghargai klub-klub yang sudah terhenti di babak sebelumnya. Karena mereka tidak main-main untuk mempersiapkan tim. Jadi alangkah baiknya, tim-tim yang lolos ke babak 32 besar bisa menyiapkan diri dengan baik,” tukas Tisha. (gie/fin/wsa)

Rekomendasi Berita