oleh

Azandri Sumbang Dua Sapi di Masjid Al Kautsar Taba Koji Lubuklinggau dan Terapkan Protokol Kesehatan

LINGGAUPOS.CO.ID- Pandemi Covid-19 memaksa panitia kurban Hari Raya Idul Adha tahun ini beradaptasi. Di Masjid Al Kautsar Jalan Wijaya RT 01 Kelurahan Taba Koji, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, misalnya, pemotongan hewan kurban dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Ketua Masjid Al Kautsar, M Rifqi kepada linggaupos.co.id mengatakan “Pemotongan hewan kurban di tahun 2020 ini berbeda dari tahun 2019 yang lalu, di saat pandemi covid19 khususnya di Masjid Al Kautsar RT 1 Kelurahan Taba Koji tetap melakukan pemotongan hewan kurban, adapun hewan kurban yang dipotong sebanyak empat ekor sapi yakni dua ekor sapi dari Ketua DPRD Mura Azandri, dua dari arisan jamaah masjid dan 4 ekor kambing,” katanya.

M Rifqi menambahkan pihaknya telah mengikuti aturan protokol covid19 dari Pemerintah Kota Lubuklinggau dalam melakukan pemotongan hewan kurban tahun ini. Cara lain untuk menghindari kerumunan warga adalah dengan menyalurkan daging kurban ke pihak Rukun Tetangga (RT) dan dibagikan langsung ke rumah warga yang berjumlah 450 bungkus daging kurban.

Hadir dalam acara pemotongan hewan kurban yakni Ketua DPRD Musi Rawas, Azandri, Ketua Masjid Al Kautsar, M Rifqi, Ketua RT 1, Saparudin, Ketua RT 4, 38 panitia kurban dan warga sekitar, Jumat (31/7/2020).

“Semua kurban yang disembelih di Masjid Al Kautsar Lubuklinggau sudah dipastikan sudah melewati tahapan pemeriksaan kesehatan baik dan sebelum maupun pasca pemotongan panitia dan penjagal di area masjid Al Kautsar ini terlihat mengenakan masker saat penyembelihan hewan kurban,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua DPRD Musi Rawas, Azandri mengatakan “Dari segala peristiwa qurban tidak lain tidak bukan adalah untuk memperoleh ridha Allah melalui ibadah dengan menjalankan apa yang menjadi perintah Allah,” katanya.

Azandri menambahkan tidak sekadar ibadah, kita harus ikhlas dalam menjalankan setiap perintah Allah. Kalau tidak, apa yang kita kerjakan dan menurut kita ibadah, itu menjadi sia-sia karena tidak dilakukan dengan ikhlas. Inilah hakikat dari peristiwa qurban dalam idul adha.

“Sebagaimana arti kata qurban yang bermakna qarib atau dekat kepada Allah, maka hakikat kurban adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya,”ungkapnya.

“Dengan begitu, kita merelakan sebagian harta kita yang sebetulnya milik Allah untuk orang lain. Ini menjadi bagian dari ketaatan kita kepada Allah dan harapan kami semoga dengan adanya pemotongan hewan kurban ini silahturahmi kita tetap terjalin,” tuturnya.

Ketua RT 1 Taba Koji, Saparudin mengatakan “Alhamdulillah kita sudah selesai melakukan pemotongan hewan kurban berjalan dengan lancar dan tetap menjalankan protokol covid19,” tuturnya.(*)

Rekomendasi Berita